Menghabiskan Liburan dengan Memetik dan Memakan Jeruk Sepuasnya Langsung di Kebunnya

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2024 05 16 at 10.34.42 AM
Salah satu pengunjung memetik buah jeruk. (Redaksi Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Menghabiskan libur panjang tak melulu harus pergi ke luar kota atau mengeluarkan uang banyak untuk berwisata ke salah satu tempat.

Di Mojokerto terdapat wisata edukasi petik jeruk seperti yang ada di Desa Tangunan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto terdapat kebun jeruk yang bisa dipetik dan dimakan langsung oleh para pengunjungnya.

Dengan membayar sebesar Rp. 10.000 Anda bisa leluasa memetik dan makan jeruk sepuasnya di dalam kebun seluas satu hektare tersebut. Namun jika ingin membawanya pulang, para pengunjung diharuskan mengeluarkan uang Rp. 10.000 saja per kilogramnya.

Rochmatul Ummah, salah satu wisatawan asal Sidoarjo yang datang ke petik jeruk milik Suwantah ini mengatakan, terdapat sensasi tersendiri jika memetik buah dan makan secara langsung.

“Ya ada nuansa tersendiri lah karena langsung metik dan dicoba langsung dimakan,” katanya, Sabtu (11/5/2024) pagi.

Selain itu, rasa buah jeruk yang ada di tempat yang buka 4 tahun silam ini memiliki cita rasa yang lebih segar dimakan, terlebih jika dikelola menjadi minuman.

“Kalau langsung dari pohonnya itu rasanya lebih segar dan manis dan banyak airnya,” tambahnya.

Ia yang datang bersama keluarga besarnya ini pun berencana akan memetik beberapa buah jeruk jenis madu ini untuk dikonsumsi oleh anak dan suaminya.

“Ya rencananya nanti dibawa pulang, dimakan di rumah sama keluarga,” tutup ibu satu anak ini.

Senada juga, Evi salah satu pengunjung asal Porong-Sidoarjo yang datang rombongan bersama tetangga dan sanak saudaranya mengaku senang dapat memberikan edukasi kepada anaknya yang masih balita tentang bertanam jeruk.

“Ya pengen refreshing saja, mumpung liburan bermain dengan anak-anak,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, ia pun memetik buah jeruk ini hingga beberapa kilogram yang akan dibawa pulang.

“Dapat 10 kilogram, rencananya dikasihkan ke saudara dan tetangga buat oleh oleh,” tukasnya.

Sementara itu, Hafidz Muzaki, pengelola kebun jeruk yang merupakan anak dari Suwantah menuturkan, tanaman jeruk yang jumlahnya lebih dari 700 ini berusia 8 tahun dan telah dijadikan tempat wisata sejak 3 tahun silam.

“Dimanfaatkan lagi buat wisata petik jeruk makan jeruk sepuasnya,” ungkapnya.

Menurut Zaki, sapaan akrabnya, buah jeruk itu akan panen selama setahun dua kali, sehingga ia membuka lahan kebun jeruk itu hanya di bulan tertentu yang merupakan musim kemarau.

“Alhamdulillah selama 3 tahun ini hari banyak luar daerah Kecamatan Mojokerto banyak yang datang kesini,” tandasnya.

Omzet sekali panen pun, lanjut Zaki, mencapai puluhan juta rupiah, mengingat jika musim panen banyak juga tengkulah buah jeruk yang datang untuk membeli langsung jeruk dalam dua kebun ini. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page