Jaga Ketertiban Selama World Water Forum Ke-10, Dishub Bali Antisipasi Lalu Lintas 24 Jam

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 05 15 at 9.20.09 AM
Anggota polisi berbaris dengan kendaraan roda dua saat upacara penyerahan sarana prasarana dari Mabes Polri dalam rangka mendukung World Water Forum di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Senin (13/5/2024).

Denpasar, Kabarterdepan.com – Pemerintah Provinsi Bali mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama pertemuan internasional World Water Forum (WWF) ke-10. Dinas Perhubungan (Dishub) diminta menempatkan personel selama 24 jam di Area Traffic Control System (ATCS) sejak kedatangan delegasi hingga puncak pertemuan.

Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Bali I Putu Sutaryana sebagai upaya Pemprov Bali untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di beberapa titik, saat forum utama maupun side event berlangsung.

“Kami dari pantauan ATCS menempatkan 18 pasukan bergiliran di ruangan, itu 24 jam. Karena delegasi tidak pernah tau kapan mereka ke sana dan ke mari, jadi tetap dipantau ATCS itu,” ungkap Sutaryana di Denpasar, Selasa (14/5/2024).

Diketahui, Indonesia mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah ajang World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan diselenggarakan di Bali pada 18-25 Mei 2024 mendatang.

Perhelatan yang mengusung tema besar “Water for Shared Prosperity” ini akan dihadiri oleh delegasi dan para pemangku kepentingan dunia untuk mengembangkan rencana dalam mengatasi isu global terkait sumber daya air (SDA).

Lebih lanjut disampaikan Sutaryana, personel di ruang ATCS tersebut akan memastikan pengaturan lampu lalu lintas agar jalan yang hendak dilalui delegasi steril, dimana ruang sistem kendali berada di Patung Satria Gatot Kaca, Kuta, Sanur, dan Denpasar.

“Kalau sudah iring-iringan delegasi itu padat, ya lampu hijaunya kami perpanjang, agar nanti tidak macet, bahaya kalau seperti kejadian jelang tahun baru kemarin,” imbuh Sutaryana.

Sutaryana menambahkan, ruang kendali yang mereka miliki mengarah langsung ke ruas-ruas jalan utama milik provinsi, termasuk Badung Selatan dan Denpasar Selatan sebagai akses menuju venue World Water Forum ke-10.

WhatsApp Image 2024 05 15 at 9.20.08 AM
Petugas keaman kawasan dengan anjing pelacak (K-9) berpatroli di kawasan The Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (10/5/2024).

Sementara itu, lanjutnya, untuk daerah kabupaten/kota yang ditunjuk destinasi wisatanya sebagai lokasi karyawisata delegasi, Dishub Bali turut berkoordinasi agar ATCS di wilayah tersebut bekerja optimal.

Selain memanfaatkan sistem kendali lampu lalu lintas untuk kelancaran jalan, Dishub Bali juga melakukan pengalihan lalu lintas melalui skema buka tutup jalan di jalan utama yang dilintasi delegasi.

Potensi dilakukannya pengalihan lalu lintas ini terjadi di jalan keluar dari Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga ke kawasan Nusa Dua, kemudian menuju kawasan Pulau Serangan, serta daya tarik wisata kunjungan delegasi.

“Kami perkirakan delegasi-delegasi utama akan mulai tiba sejak sehari sebelum perhelatan yaitu Jumat, 17 Mei 2024,” sambung Sutaryana.

Sutaryana pun tak dapat memastikan berapa lama masyarakat pengguna jalan butuh waktu untuk terhenti aktivitasnya sebab buka tutup jalan, namun dipastikan tidak akan berlangsung lama.

“Itu nanti kami buka tutup yang jelas tidak boleh ada kendaraan lain lalu lalang, tapi setelah delegasi lewat, dibuka, kalau saat ini di luar World Water Forum ke-10 kondisinya aman,” tegasnya.

Menurutnya, arahan ini bukan hal baru lagi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Badung Selatan dan Denpasar Selatan, sebab Bali kerap kali jadi tuan rumah kegiatan internasional serupa.

Meski demikian, Sutaryana tetap mengingatkan masyarakat bahwa pada 18-25 Mei 2024 akan berlangsung World Water Forum ke-10 yang akan dihadiri puluhan negara.

“Intinya terkait kegiatan mulai tanggal 17 Mei masyarakat agar tidak keluar masuk melalui jalan yang ada iring-iringan delegasi, sementara ditahan dulu, nanti akan dipasang tanda jalan dari kepolisian dan TNI,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Dishub Bali sendiri sudah mengeluarkan edaran mengenai potensi gangguan lalu lintas, kemudian pembatasan terhadap truk barang, arahan kepada wisatawan dan pemandu, serta pemilik pusat oleh-oleh agar turut membantu kelancaran lalu lintas. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page