
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Umat Kristiani di seluruh dunia mengikuti perayaan Jumat Agung sebagai peringatan akan kesengsaraan dan kematian Tuhan Yesus yang dikenang secara istimewa pada Jumat (29/3/2024). Termasuk salah satunya Gereja Bethel Tabernakel (GBT) di Ruko Royal, Jalan Pahlawan, Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Perayaan Jumat Agung 2024 yang dirayakan di GBT Kota Mojokerto tahun ini berjalan sangat khidmat. Ratusan jemaat kristiani memenuhi gedung gereja untuk merayakan Jumat Agung. Bahkan jemaat yang datang tidak hanya dari Kota Mojokerto saja, namun ada yang dari luar kota Mojokerto, seperti dari Kabupaten Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Jombang dan masih banyak yang lainnya.
Dalam Perayaan Jumat Agung di Gereja GBT Kota Mojokerto itupun diperlihatkan paduan suara dari kaum bapak-bapak dan ibu-ibu dengan menyanyikan lagu rohani.
Selain itu juga ada tari-tarian dari kaum anak mudah, yang tentunya semuanya dari anggota Gereja GBT Kota Mojokerto. Dalam perayaan Jumat Agung di Gereja GBT Kota Mojokerto juga melaksanakan Perjamuan Kudus memperingati Jumat Agung.

Perlu diketahui, makna dari Jumat agung untuk umat kristiani yaitu mengingat hari ketika Yesus rela menderita dan mati dengan penyaliban sebagai pengorbanan terakhir untuk dosa-dosa manusia. Jumat Agung bertujuan menegaskan bahwa kesengsaraan dan kematian Tuhan Yesus dikenang secara istimewa dan tersendiri oleh umat kristiani.
Pendeta gereja GBT, Stevanus Gunawan Agustinus mengatakan, Tema Jumat Agung tahun ini diambil dari salah satu perkataan Yesus yang terakhir di atas kayu salib, dimana Yesus mengatakan sudah selesai (It’s finished).
“Dalam artian ketika Yesus sudah mengatakan itu Yesus menyatakan bahwa Dia sudah menggenapi nubuatan yang ada di dalam perjanjian lama, tentang Dia sebagai Mesias yang menderita dan mati untuk dosa umat manusia,” ucap pendeta Stevanus saat diwawancarai wartawan Kabarterdepan.com, Jumat (29/3/2024).
Pendeta Stevanus juga mengatakan, Jemaat yang hadir di Gereja GBT Kota Mojokerto dalam perayaan Jumat Agung tahun ini kurang lebih 500 jemaat. Mereka terdiri dari usia dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga lansia yang sangat luar biasa, dan sangat khidmat.
“Puji Tuhan, Waktu saya ber-khotbah di atas mimbar saya melihat jemaat antusiasnya sangat luar biasa sekali untuk mendengarkan khotbah,” katanya.
Tidak lupa juga pendeta Stevanus mengucapkan terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Mojokerto dan pihak Kepolisian tentunya yang sangat dengan luar biasa menolong, membatu, dan mengamankan umat kristiani, sehingga terutama di Mojokerto bisa melaksanakan perayaan Jumat Agung dengan tenang, tanpa ada halangan apapun dan bisa damai melakukannya.
“Semoga lewat Jumat Agung ini membawa kita semua kembali merenungkan betapa besarnya pengorbanan Kristus bagi semua orang yang mau percaya kepada Dia. Biarlah hal itu membuat hati kita selalu limpah dengan syukur, apapun keadaan kita, kita harus bersyukur karena Yesus sudah memberikan hadiah yang terbesar, yaitu pengampunan dosa dan kehidupan yang kekal di surga. Sekaligus biarlah kita terus mengingat untuk membagikan berita keselamatan ini kepada sekeliling kita.” pungkas Pendeta Stevanus. (Erix)
