
Sampang, KabarTerdepan.com – Setelah hampir tiga bulan dilanda pemadaman bergilir, pasokan listrik di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, akhirnya kembali normal. Hal ini terjadi setelah mesin sewa yang dikirim oleh PLN ULP Sampang tiba di pulau tersebut pada Jumat (27/2/2026).
Manajer PLN ULP Sampang, Redi, sebelumnya menjelaskan bahwa krisis listrik di Mandangin disebabkan beban kinerja pembangkit diesel yang terlalu besar dibanding kapasitas mesin yang tersedia.
“Padamnya listrik karena beban kerja cukup berat. Di pulau memang menggunakan tenaga diesel, sehingga diperlukan tambahan mesin untuk menjaga stabilitas pasokan,” ujar Redi dalam keterangan sebelumnya kepada kabarterdepan.com.
Kini, setelah mesin sewa dioperasikan, warga memastikan kondisi listrik sudah kembali stabil tanpa pemadaman.
Tokoh masyarakat Mandangin, Doni, menyampaikan bahwa dalam dua hari terakhir listrik menyala penuh selama 24 jam.
“Alhamdulillah untuk dua hari terakhir sudah tidak ada pemadaman lagi. Listrik sudah normal kembali. Kami berharap listrik terus menyala dan tidak ada kendala lagi,” kata Doni saat dikonfirmasi kabarterdepan.com, Senin (2/3/2026).
Pulau Mandangin sendiri merupakan wilayah kepulauan di Kabupaten Sampang yang seluruh pasokan listriknya bergantung pada pembangkit diesel lokal.
Selama hampir dua bulan terakhir, warga harus menghadapi pemadaman hingga 8 jam per hari, termasuk menjelang Ramadan 1447 H.
Meski persoalan listrik mulai teratasi, warga Mandangin kini menyoroti masalah keamanan yang dinilai belum mendapat perhatian serius.
Doni mengungkapkan bahwa saat ini tidak ada personel Babinsa maupun Bhabinkamtibmas yang menetap di Pulau Mandangin. Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa kurang terlindungi, terutama pada malam hari.
“Untuk keamanan sampai sekarang belum ada yang stay di Mandangin, baik Babinsa maupun Bhabinkamtibmas. Kami berharap Pemda Sampang, DPRD, dan Polres Sampang peduli terhadap keamanan masyarakat Mandangin,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah daerah bersama aparat kepolisian segera menempatkan personel tetap di pulau tersebut, mengingat jumlah penduduk yang cukup besar serta kondisi geografis yang terpisah dari daratan utama Madura.
Normalnya listrik disambut syukur masyarakat karena bertepatan dengan awal Ramadan, ketika kebutuhan penerangan untuk ibadah dan aktivitas ekonomi meningkat. Namun warga menegaskan bahwa pelayanan dasar di pulau terluar tidak boleh berhenti pada listrik saja.
Masyarakat Mandangin berharap Pemkab Sampang, DPRD, dan aparat keamanan dapat memberikan perhatian berkelanjutan, baik terhadap stabilitas listrik maupun keamanan lingkungan, agar kualitas hidup warga pulau tidak tertinggal dibanding wilayah daratan.
Dengan beroperasinya mesin sewa dari PLN, krisis listrik yang sempat viral dan menuai kritik publik kini mulai teratasi. Warga berharap kondisi ini menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar penanganan sementara. (Fais)
