
Bekasi, KabarTerdepan.com – Ketua KORPRI Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik menyampaikan harapan kepada pengurus KORPRI yang baru dikukuhkan untuk periode 2026–2031 di Plaza Patriot, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026).
Dalam sambutan utamanya yang penuh semangat, Dedi Taufik menegaskan bahwa pelantikan tersebut tidak boleh dimaknai sekadar seremoni.
Ia menilai jabatan yang diemban pengurus baru harus diiringi aksi nyata yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian visi dan misi Wali Kota Bekasi pada sisa masa jabatan.
“Sisa waktu masa jabatan Walikota tinggal 4 tahun lagi, dan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. KORPRI harus menjadi mitra terdepan dalam menghadapi berbagai isu strategis yang dihadapi Kota Bekasi,” ujarnya.
Isu Strategis KORPRI Kota Bekasi
Menurut Dedi, terdapat empat isu strategis yang menjadi tugas dan pekerjaan rumah KORPRI di Kota Bekasi.
“Reformasi birokrasi dan transformasi digital. Peringkat digitalisasi Kota Bekasi telah mencapai 3,56, sehingga upaya reformasi operasional perlu terus ditingkatkan. KORPRI diharapkan tidak hanya menunggu perintah, melainkan mampu menjadi yang terdepan seperti perusahaan otomotif ternama,” kata Dedi.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan publik juga menjadi perhatian utama, khususnya dalam penanganan banjir. Pemerintah Kota Bekasi, lanjutnya, akan menandatangani kerja sama dengan pihak terkait serta membangun kanal baru guna mengatasi persoalan tersebut.
“Peningkatan kualitas layanan publik Khususnya dalam penyelesaian masalah banjir, di mana akan ditandatangani kerja sama dengan pihak terkait dan pembuatan kanal baru. Dalam menghadapi bencana, respon time perlu dipercepat dengan langkah proaktif,” tegas Dedi.
Selain itu, penguatan integritas dan netralitas aparatur sipil negara (ASN) juga menjadi penekanan penting dalam arah kebijakan KORPRI ke depan.
“Penguatan integritas dan netralitas, ASN harus tetap profesional dan menjunjung tinggi loyalitas terhadap negara,” sambungnya.
Isu keempat yang disoroti adalah kesejahteraan dan perlindungan ASN. Dedi menilai aspirasi serta kepastian hukum bagi ASN perlu diperjuangkan secara proporsional.
“Aspirasi serta kepastian hukum bagi ASN harus diperjuangkan, meskipun perlindungan hanya diberikan kepada mereka yang menjalankan tugas dengan profesional,” terangnya.
Lebih jauh, Dedi Taufik juga mengajak seluruh pengurus untuk meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial, terutama saat terjadi bencana.
“Kita berharap dapat mendukung visi misi Wali Kota agar pada akhir masa jabatan dapat meraih kesuksesan di bidang administrasi, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi,” pungkasnya.

Menanggapi harapan tersebut, Ketua KORPRI Kota Bekasi periode 2026–2031, Junaedi, menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan empat isu strategis yang telah ditetapkan. Ia mengaku telah menyiapkan langkah-langkah konkret yang akan segera direalisasikan.
“Kami dari pengurus KORPRI Kota Bekasi periode baru ini menerima dengan tulus segala harapan dan amanah yang diberikan oleh Ketua KORPRI Provinsi dan seluruh pihak terkait,” ucap Junaedi.
Ia memastikan komitmen jajaran pengurus dalam mengimplementasikan setiap program yang dirancang.
“Kami siap melaksanakan keempat isu strategis tersebut dengan penuh komitmen dan dedikasi. Sudah ada beberapa rencana kerja yang kami siapkan, termasuk pembentukan tim khusus untuk masing-masing fokus area, agar setiap program dapat berjalan dengan efektif dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ujar Junaedi dengan penuh keyakinan.
Junaedi juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan berbagai dinas dan instansi terkait di Kota Bekasi guna menyusun peta jalan (roadmap) kerja yang jelas dan terukur.
“Kami tidak akan bekerja sendirian sinergi dengan semua pihak adalah kunci keberhasilan. Kami akan menjadikan KORPRI Kota Bekasi sebagai mitra yang dapat dipercaya oleh Walikota dan pemerintah kota dalam mewujudkan Kota Bekasi yang lebih baik,” tandasnya. (Yanso)
