
Nasional, KabarTerdepan.com – Ancaman ormas dan respons Permadi kembali mencuat di media sosial setelah pernyataan keras terkait penutupan lapak daging babi di Kota Medan ramai diperbincangkan, Kamis (27/02/2026).
Adu pernyataan antara organisasi masyarakat dan tokoh publik memicu kekhawatiran terjadinya konflik di tengah masyarakat.
Seorang perwakilan organisasi masyarakat Islam menyampaikan peringatan terbuka kepada para penikmat daging babi. Ia menegaskan, “Kami ingin mengingatkan kepada anda para penikmat daging haram, penikmat babi adalah hak anda untuk menikmati makanan itu di negeri leluhur anda. Kalau anda mengancam menurunkan massa, kami juga organisasi masyarakat Islam punya massa. Organisasi kita juga akan hadapi dengan kekuatan penuh.”
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Permadi melalui unggahan Instagram pribadinya. Ia menilai tudingan yang diarahkan kepada warga Batak tidak berdasar dan justru memperkeruh suasana.
Permadi menyebut pihak organisasi masyarakat terlebih dahulu bersikap arogan.
“Dia duluan yang arogan menuntut agar pedagang daging babi ditutup total, dia duluan yang arogan mengancam mau sweeping sehingga memancing amarah,” ujar Permadi.
Organisasi masyarakat itu juga mengultimatum penutupan total lapak dalam batas waktu tertentu. Mereka menyatakan, “Penutupan total lapak daging babi dalam waktu tiga kali dua puluh empat jam maka kami akan melakukan aksi lapangan.”
Situasi semakin memanas ketika tudingan arogan kembali diarahkan kepada warga Batak. Permadi merespons dengan tegas melalui media sosialnya.
“Sekarang malah dia yang menuduh warga Batak yang arogan,” ujar Permadi dalam unggahannya. Ia menilai narasi tersebut berpotensi memicu kesalahpahaman dan memperlebar jurang perbedaan.
Menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi ke kantor Wali Kota Medan, Permadi mengimbau warga Batak agar tetap tenang dan tidak terpancing provokasi.
“Buat saudara saudara warga Batak yang mau aksi menyampaikan aspirasi di kantor wali kota besok hati hati ya, jangan terprovokasi, jangan terpancing oleh mereka. Yang abang abang hadapi ini adalah manusia manusia yang tidak punya kewarasan, tidak punya rasa kemanusiaan, tidak punya tenggang rasa terhadap sesama. Di otak mereka cuma ingin perang, di otak mereka cuma ingin keributan,” jelasnya.
Ia kembali menekankan pentingnya kedewasaan dalam menyikapi persoalan tersebut.
“Jadi semoga abang abang warga Batak bisa jadi pihak yang lebih dewasa dan bijak, karena kita tidak bisa harapkan pihak mereka yang dewasa dan bijak,” tegasnya.

Peringatan Permadi
Permadi juga memperingatkan agar aksi tidak berubah menjadi bentrokan terbuka.
“Jangan sampai terpancing oleh mereka yang niatnya memang ingin bikin keributan,” katanya.
Selain itu, ia meminta aparat keamanan untuk bersiaga dan melakukan langkah pencegahan.
“Bapak bapak aparat di Polda Sumut dan Polrestabes Medan mohon waspada pak, segera lakukan pencegahan dan pengamanan atas rencana aksi di kantor wali kota besok, jangan sampai aspirasi warga Batak ini jadi konflik SARA karena diserbu oleh massa tandingan dari pihak mereka,” ujar Permadi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Medan terkait polemik tersebut. Aparat keamanan diharapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif agar perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas di tengah masyarakat. (Ezra)
