Rumah Pompa Kedungpeluk Sidoarjo Dipersoalkan, Jalan Desa Rusak Diduga Dampak Proyek

Avatar of Redaksi
Rumah Pompa Kedungpeluk
Rumah pompa di Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Sidoarjo.(Azies/Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, KabarTerdepan.com – Pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk yang digadang-gadang menjadi solusi pengendalian banjir di wilayah Kecamatan Tanggulangin dan Candi, Sidoarjo justru memicu keresahan warga.

Sejumlah infrastruktur jalan paving di Desa Kedungpeluk dilaporkan mengalami kerusakan sejak proyek tersebut berjalan.

Kerusakan terparah terlihat di jalan paving sisi lapangan sepak bola desa dengan panjang sekitar 140 meter. Selain itu, jalan menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sepanjang kurang lebih 100 meter juga mengalami ambles dan pecah.

Tak hanya itu, paving di area taman desa serta plengsengan tanah kas desa (TKD) turut terdampak akibat lalu lalang kendaraan berat proyek.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi paving bergelombang, retak, dan sebagian ambles diduga karena tidak mampu menahan beban truk bermuatan material proyek.

Salah satu warga Desa Kedungpeluk, Kusnadi, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai dampak proyek telah mengganggu aktivitas harian masyarakat.

“Sejak proyek berjalan, truk-truk besar sering melintas. Sekarang jalannya rusak dan tidak nyaman dilalui. Kami hanya ingin jalan diperbaiki seperti semula sebelum ada pembangunan,” keluhnya, Jumat (27/2/2027).

Menurut Kusnadi, warga juga mempertanyakan kejelasan proses administrasi proyek, termasuk terkait Berita Acara Serah Terima (BAST). Mereka berharap persoalan kerusakan infrastruktur tidak diabaikan setelah proyek dinyatakan selesai.

“Kami berharap sebelum pembayaran proyek dilunasi, semua kerusakan diperbaiki dulu. Jangan sampai setelah selesai, tanggung jawabnya tidak jelas,” tambahnya.

Warga Desak Pemkab Sidoarjo Tindaklanjuti Kasus Rumah Pompa Kedungpeluk

WhatsApp Image 2026 02 27 at 1.30.42 PM 1
Jalan di pinggir lapangan kondisi rusak dan paving tidak terlihat.(Azies/Kabarterdepan.com)

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo turun tangan memastikan kontraktor bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan. Mereka menegaskan pembangunan untuk kepentingan publik semestinya tidak merugikan fasilitas desa.

Kepala Desa Kedungpeluk, H.M. Madenan, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kerusakan jalan paving tersebut. Ia menyatakan pemerintah desa telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek agar segera dilakukan perbaikan.

“Kami sudah menyampaikan keluhan warga. Prinsipnya, sebelum ada serah terima resmi, seluruh kerusakan infrastruktur desa akibat aktivitas proyek harus dibereskan,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui keberadaan rumah pompa sangat penting untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap melanda wilayah Tanggulangin dan Candi saat musim hujan.

“Program ini memang dibutuhkan masyarakat luas. Namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan dampak di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Warga berharap ada langkah konkret dari pihak kontraktor dalam waktu dekat agar akses jalan kembali layak dan aman digunakan.

“Mereka menilai pembangunan infrastruktur pengendali banjir seharusnya berjalan seiring dengan perlindungan fasilitas umum desa, bukan justru menimbulkan persoalan baru,” pungkasnya. (Azies)

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page