Masjid Agung Darussalam Mojokerto, Megah dan Sarat Sejarah

Avatar of Redaksi
Masjid Agung Darussalam Mojokerto.
Masjid Agung Darussalam Mojokerto. (Ezra/KabarTerdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Masjid Agung Darussalam Mojokerto menjadi masjid tertua di Kabupaten Mojokerto yang berdiri megah di Jalan Raya Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (27/02/2026). Bangunan ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ikon kebanggaan masyarakat setempat.

Masjid dengan kubah raksasa dan menara menjulang tinggi itu tampak memukau dari kejauhan. Selepas magrib, cahaya lampu hias memantulkan kilau emas pada kubahnya, menciptakan suasana yang hangat dan agung.

Kapasitas Masjid Agung Darussalam

“Masjid dua lantai memiliki luas bangunan yang mencapai 2.310 meter persegi dan mampu menampung hingga 5.000 orang sekaligus. Sedangkan luas lahannya mencapai sekitar 8.500 meter persegi,” ujar Bendahara Takmir Masjid Agung Darussalam, Imam Syafii.

Ia menjelaskan kapasitas besar tersebut dirancang untuk menampung jamaah dalam berbagai kegiatan keagamaan berskala besar. Selain ibadah rutin, masjid ini juga kerap menjadi lokasi peringatan hari besar Islam dan kegiatan sosial masyarakat.

“Dua kubah raksasanya berdiameter 18 meter dan 15 meter lengkap dengan hiasan kaligrafi,” ujar Imam Syafii.

WhatsApp Image 2026 02 27 at 12.38.29 PM

Keindahan arsitektur masjid semakin terasa melalui detail ornamen dan sentuhan seni yang kental dengan nuansa klasik. Perpaduan gaya tradisional dan modern menjadikan bangunan ini berbeda dari masjid lain di wilayah Mojokerto.

“Karena kami pilih kualitasnya, sudah tiga tahun kena hujan dan panas masih mengilap. Para perajin di sana turun-temurun sejak zaman Majapahit,” ujar Imam Syafii.

Ia menuturkan material dan pengerjaan dipilih secara selektif demi menjaga ketahanan bangunan dalam jangka panjang. Keterlibatan perajin berpengalaman menjadi alasan utama hasil akhir terlihat kokoh sekaligus artistik.

“Pilar yang seperti yoni harga satuannya Rp 280 juta. Kalau pilar yang besar harga satuannya Rp 600 juta,” ujar Imam Syafii.

Nilai fantastis tersebut mencerminkan kualitas bahan serta tingkat kesulitan pengerjaan setiap detail bangunan. Masjid Agung Darussalam kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol kemegahan arsitektur religius di Kabupaten Mojokerto. (Ezra)

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page