
Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Peresmian instalasi pengelolaan air kapasitas 1000 liter per detik Sistem Penyediaan Air Minum Regional (SPAM) Mojolagres resmi digelar di Desa Losari Barat, Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Kamis (26/02/2026), peresmian dilakukan oleh Khofifah Indah Parawansa bersama Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra.
Kehadiran instalasi tersebut menjadi jawaban atas persoalan krisis air bersih yang selama ini dialami wilayah utara sungai di Kabupaten Mojokerto. Kecamatan Gedeg, Jetis, Kemlagi, dan Dawarblandong termasuk daerah yang kerap menghadapi keterbatasan pasokan air, terutama saat musim kemarau.
Baca juga: Ibu dan Anak Tewas di Eks Aspol Jombang, Polisi Ungkap Temuan Mengerikan
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengatakan, “Sebagaimana kita ketahui bersama, wilayah Kabupaten Mojokerto di utara sungai seperti Gedeg, Jetis, Kemlagi, dan Dawarblandong adalah wilayah yang minim air bersih. Oleh karena itu, keberadaan instalasi ini sangat dibutuhkan warga kami, sebab air bersih merupakan sumber kehidupan manusia.”
SPAM Mojolagres Jadi Solusi Nyata
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan solusi nyata melalui pembangunan SPAM Mojolagres (Mojokerto, Lamongan, dan Gresik) . Kecamatan Gedeg menjadi salah satu penerima manfaat utama dari proyek strategis tersebut.
“Instalasi ini dibangun secara bertahap. Ini adalah langkah besar untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses air minum yang layak,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pembangunan infrastruktur air bersih tersebut. Sinergi antarpemerintah diharapkan mampu memastikan pelayanan air bersih berjalan optimal, khususnya bagi masyarakat di wilayah utara sungai.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur atas dukungan pembangunan ini. Ke depan kami akan berkoordinasi agar pelayanan air bersih berjalan optimal,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa Kecamatan Gedeg termasuk wilayah yang sangat membutuhkan air saat musim kemarau. Selama ini, warga hanya mengandalkan sisa air yang tersedia ketika kemarau panjang melanda.
“Kami berharap keberadaan instalasi ini mampu meningkatkan akses air minum dan sanitasi yang layak. Saya mengajak seluruh masyarakat Mojokerto untuk menjaga layanan ini agar dapat berkelanjutan,” tuturnya.
