
Sampang, kabarterdepan.com – Isu pemadaman listrik berlarut-larut di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, yang pertama kali viral melalui akun TikTok @kakdonimandangin, kini mendapat sorotan lebih keras dari organisasi kemahasiswaan Islam terkemuka.
Ketua Bidang Pemberdayaan Umat Badko HMI Jawa Timur, Agus Effendi, secara tegas mengecam PLN ULP Sampang atas dugaan kelalaian dan pembiaran yang telah berlangsung hampir dua bulan.
HMI Jawa Timur Mengecam
Agus Effendi menilai PLN, sebagai perusahaan negara pionir penyedia listrik di Indonesia tanpa saingan, seharusnya mampu menangani kerusakan mesin pembangkit dengan lebih kompeten dan cepat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya, di mana warga dibiarkan menderita pemadaman hingga 8 jam sehari.
“Ini benar-benar pembodohan terhadap masyarakat. Dengan alasan mesin rusak, warga dibiarkan hampir 8 jam tanpa listrik setiap harinya. Listrik itu kehidupan buat masyarakat saat ini, terutama di pulau terisolasi seperti Mandangin. Pembiaran berlarut seperti ini tidak bisa diterima,” kecam Agus Effendi dalam pernyataan resminya yang diterima kabarterdepan.com, Kamis (26/2/2026).
Menurut Agus, masalah ini menjadi semakin krusial karena bertepatan dengan persiapan bulan Ramadan 2026. Masyarakat yang hendak menjalankan ibadah dengan khusyuk, mengaji, tarawih, hingga menjalankan usaha tambahan seperti jualan takjil dan makanan berbuka puasa, justru terhambat parah oleh kegelapan berulang.
“PLN harusnya menjadi teladan pelayanan publik terbaik. Tapi ini malah pembiaran hampir dua bulan tanpa solusi konkret. Ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan pelanggaran hak dasar warga atas akses listrik yang layak dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sebelum sorotan dari HMI Jatim muncul, kabarterdepan.com telah mewawancarai langsung dua narasumber kunci warga setempat yang menjadi pemicu viralitas isu ini.
Doni, pemilik akun TikTok @kakdonimandangin yang berlokasi di Pulau Mandangin Timur, mengaku sangat geram karena janji pengiriman mesin baru sebelum Ramadan ternyata tidak terealisasi.
“Sebelumnya di salah satu akun TikTok sudah disampaikan akan ada pengiriman mesin sebelum bulan Ramadan. Tapi realitanya sampai sekarang mesin tak kunjung diselesaikan. Bulan Ramadan yang seharusnya momen beribadah dan cari rejeki tambahan malah terganggu terus,” ungkap Doni dalam wawancara eksklusif via WhatsApp dengan tim kabarterdepan.com.

Sementara itu, Sahel dari Mandangin Barat menambahkan bahwa pemadaman sering tidak sesuai jadwal yang diumumkan, membuat aktivitas sehari-hari seperti memasak nasi dengan magic com pun gagal.
“Kadang matinya tidak sesuai apa yang disampaikan. Harusnya mati jam 5, eh mati jam 3.30. Jadi mau masak nasi juga tak sempat. Matinya bergiliran dan tidak menentu, kita taunya dari siaran masjid. Makanya pengumuman di masjid harus teliti sekali,” cerita Sahel.
Harapan Warga Pulau Mandangin
Kedua warga ini sepakat berharap perbaikan segera dilakukan agar Ramadan tidak lagi diwarnai kegelapan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN ULP Sampang belum memberikan klarifikasi resmi atas kecaman Agus Effendi maupun keluhan warga yang telah viral. Sebelumnya, beberapa laporan media lokal menyebut kerusakan mesin sebagai penyebab utama, namun tanpa update progres perbaikan yang jelas.
Dengan sorotan dari HMI Jawa Timur ini, warga Pulau Mandangin berharap isu ini segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah Kabupaten Sampang, DPRD setempat, hingga PLN pusat. Ramadan sebentar lagi tiba, dan ribuan jiwa di pulau ini tak ingin lagi menjalani ibadah dalam kegelapan. (Fais)
