
Hiburan, KabarTerdepan.com — Titip Bunda di Surga-Mu menjadi karya layar lebar terbaru dari rumah produksi Ruang Rangkai Kata (RRK) Pictures yang siap menguras emosi penonton melalui narasi konflik keluarga yang mendalam.
Produser sekaligus penulis naskah, Dono Indarto, mengungkapkan bahwa film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama yang ia tulis bersama sang istri.
Mengusung tema moralitas dan kasih sayang orang tua, film ini menjanjikan sudut pandang yang jujur mengenai dinamika hubungan antara ibu dan anak-anaknya di tengah impitan ekonomi.
Jajaran Pemain
Aktris senior Meriam Bellina didapuk sebagai tokoh utama, bersanding dengan penyanyi sekaligus aktor Ikang Fawzi. Kehadiran mereka semakin lengkap dengan dukungan talenta berbakat seperti Acha Septriasa, Kevin Julio, dan Abun Sungkar yang berperan sebagai tiga kakak beradik.
Selain itu, film ini juga melibatkan nama-nama populer lainnya seperti Zora Vidyanata, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, hingga Asri Welas.
Sinopsis Film Titip Bunda di Surga-Mu
Alur cerita berfokus pada kehidupan tiga bersaudara—Alya, Adam, dan Azzam—yang tengah didera masalah finansial yang pelik.
Dalam kondisi terjepit, mereka merancang sebuah rencana nekat untuk merampok simpanan ibu mereka sendiri, sosok yang selama ini mereka cap sebagai orang tua yang sangat kikir.
Azzam, salah satu dari mereka, berusaha merasionalkan tindakan kriminal tersebut dengan dalih bahwa mereka hanya “mengambil jatah warisan lebih awal” dan bukan mencuri. Namun, pengkhianatan ini justru membuat sang Bunda jatuh dalam keterpurukan yang sangat dalam.
Dalam upaya menutupi rasa bersalah dengan berpura-pura peduli, ketiga anak tersebut menuruti permintaan sang Bunda untuk menghabiskan waktu bersama secara bergantian.
Namun, perjalanan emosional ini justru membawa mereka pada penemuan rahasia besar yang selama ini tersimpan rapat.
Film ini akan membawa penonton pada sebuah pertanyaan besar: mampukah Alya, Adam, dan Azzam mengakui kesalahan mereka dan menebus dosa kepada sang Bunda sebelum waktu benar-benar habis?
