
Kota Mojokerto, KabarTerdepan.com – Memasuki bulan Ramadan, permintaan es batu di sejumlah daerah Kota Mojokerto mengalami peningkatan signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha minuman untuk berbuka puasa.
Salah satu pelaku usaha es batu, Ahmad (35), mengaku penjualannya meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Kalau sebelum Ramadan, rata-rata penjualan sekitar 200 balok per hari. Tapi pas Ramadan bisa sampai 350–400 balok per hari, terutama menjelang sore,” ujar Ahmad saat ditemui, rabu (25/02/2026).
Menurutnya, lonjakan permintaan mulai terasa sejak hari pertama puasa. Pelanggan utamanya adalah pedagang es buah, es teh, dan minuman segar yang banyak bermunculan selama Ramadan.
Hal serupa juga disampaikan Lina Rahma (42), pemilik usaha es batu lonjong. Ia menyebut peningkatan penjualan sudah menjadi tren tahunan setiap Ramadan.
“Sebelum Ramadan, biasanya menjual sekitar 50 kantong per hari ke pedagang. Saat Ramadan, jumlahnya bisa naik jadi 100 kantong per hari. Hampir dua kali lipat,” jelas Lina.
Lina menambahkan, waktu paling sibuk terjadi antara pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, ketika para pedagang mulai bersiap untuk berjualan takjil.
Pengusaha Es Batu Tambah Jam Produksi
Kenaikan permintaan ini membuat para pelaku usaha harus menambah jam produksi dan memastikan stok tetap tersedia. Meski demikian, mereka mengaku bersyukur karena Ramadan membawa berkah tersendiri bagi usaha mereka.
“Alhamdulillah, Ramadan selalu jadi momen peningkatan omzet. Mudah-mudahan tahun ini juga terus stabil sampai akhir bulan,” tutup Ahmad.
Dengan meningkatnya konsumsi minuman segar saat berbuka, permintaan es batu diperkirakan akan tetap tinggi hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
