
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Bupati Mojokerto Muhammad Albarra melakukan kunjungan kemanusiaan untuk membesuk seorang warga lansia yang menderita kelumpuhan (paralisis) di Desa Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet, Selasa (24/2/2026).
Langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan masyarakat yang masuk melalui platform media sosial TikTok dan Instagram mengenai kondisi warga yang membutuhkan bantuan medis serta perhatian khusus.
Bupati Mojokerto yang akrab disapa Gus Barra tersebut turun langsung ke lapangan guna memastikan bahwa warga terdampak telah mendapatkan penanganan kesehatan yang layak dan bantuan sosial yang diperlukan.
Hidup Sebatang Kara, Bergantung pada Kepedulian Warga
Warga lansia yang dikunjungi tersebut bernama Misnah. Di tengah kondisi fisiknya yang mengalami kelumpuhan, ia diketahui menjalani kesehariannya sebatang kara karena sudah tidak lagi memiliki keluarga inti.
Melalui kunjungan tersebut, Gus Barra mengetahui bahwa selama ini beban perawatan sehari-hari Misnah dipikul secara gotong royong oleh para tetangga serta jajaran Pemerintah Desa Tanjungkenongo.
Gus Barra memberikan apresiasi tinggi terhadap solidaritas sosial yang ditunjukkan oleh masyarakat setempat. Menurutnya, kerukunan warga dalam menjaga sesama merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah.
“Beliau ini dirawat oleh tetangga-tetangganya, oleh masyarakat desa dan pemerintah desa, pengecekan kesehatan juga terus dilakukan aktif,” tutur Gus Bupati.
Bupati Mojokerto Pastikan Bansos Berkelanjutan

Lebih lanjut, pada giat yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Tri Raharjo itu, dapat diketahui pula bahwa bu Misnah mendapatkan beberapa bantuan sosial dari pemerintah, baik itu dari Pemkab Mojokerto maupun dari program Kementerian.
Tercatat bu Misnah termasuk pada penerima bantuan sosial dengan kategori desil 1, yang membuatnya berhak menjadi penerima prioritas bantuan sosial, baik itu program keluarga harapan (PKH) maupun program kartu Indonesia sehat (KIS). Hal ini seperti arahan Gus Bupati pada sesi doorstopnya.
“Beliau masuk desil 1, sehingga menerima PKH, program sembako, dan juga KIS,” jelasnya.
Selain memantau keadaan dan kondisi kesehatan, Gus Bupati turut mengimbau agar bu Misnah dirujuk ke fasilitas kesehatan yang disediakan oleh Pemkab Mojokerto. Namun imbauan tersebut tampaknya disanggah secara halus oleh para warga dan tetangga yang membantu mengurus bu Misnah.
Bukan karena tidak ingin, hanya saja melihat kondisi bu Misnah yang cukup memprihatinkan membuat para warga tak tega sehingga mereka lebih memilih untuk membantu mengurus kesehatan bu Misnah di kediamannya yang terlihat sangat sederhana itu.
“Ketika kami tawarkan untuk dibawa ke UPT kami (Puskesmas & RSUD), masyarakat menginginkan tetap berada di sini dan dirawat oleh masyarakat sekitar, juga oleh pemerintah desa,” tandas Gus Bupati.
