
Bantul, Kabarterdepan.com – Seorang wanita berinisial S (64), warga Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Dusun Donotirto RT 03, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Senin (23/2/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menyampaikan, penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh adik korban yang pulang ke rumah sekitar pukul 18.30 WIB dan mendapati lampu rumah korban dalam keadaan mati serta jendela terbuka.
“Karena merasa curiga, saksi mengajak salah satu keluarga untuk masuk ke rumah dan menyalakan lampu. Setelah lampu dinyalakan, korban ditemukan dalam posisi tengkurap di dalam kamar, mengenakan mukena dan berada di atas sajadah,” ujar Rita, Selasa (24/2/2026).
Saat dicek dengan memegang tangan korban, tubuh korban sudah dalam kondisi dingin. Saksi kemudian memanggil warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kasihan.
Mendapat laporan, piket fungsi Polsek Kasihan dipimpin Pawas AKP Tono Wibowo bersama Tim Inafis Polres Bantul dan petugas Puskesmas Kasihan I yang dipimpin dr. Yoga Laksono langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.
Hasil Pemeriksaan Medis Jenazah Wanita
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Kasihan I, tidak ditemukan luka luar akibat penganiayaan.
Darah yang keluar dari mulut korban diduga berasal dari gangguan pencernaan seperti tukak lambung atau akibat hipertensi yang tidak terkontrol, yang berisiko menyebabkan stroke atau gangguan jantung.
Korban diketahui memiliki riwayat penyakit asma dan hipertensi, serta terakhir memeriksakan diri ke Puskesmas pada tahun 2022 dengan riwayat hipertensi.
Keluarga juga menyampaikan bahwa korban merupakan tunarungu dan jarang melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Saksi yang tinggal serumah dengan korban terakhir kali bertemu sekitar pukul 12.00 WIB sebelum berangkat bekerja.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal kurang lebih dua jam sebelum ditemukan.

Autopsi Luar di RS Bhayangkara
Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY oleh PMI Bantul untuk dilakukan autopsi luar yang dipimpin dr. Idha.
Hasil autopsi luar menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Wajah korban dalam keadaan bersih tanpa luka, namun terdapat darah keluar dari hidung dan mulut yang mengarah pada proses alami kematian akibat kekurangan oksigen.
Ditemukan pula tanda kebiruan pada gusi dan tangan yang menunjukkan kondisi kekurangan oksigen. Bentuk dada korban yang seperti tong mengembang mengindikasikan adanya penyakit kronis seperti asma. Luka pada siku kanan dipastikan terjadi setelah kematian.
Dokter memperkirakan korban meninggal dunia antara 2 hingga 8 jam sebelum pemeriksaan dilakukan pada pukul 22.45 WIB.
“Kegiatan penanganan selesai sekitar pukul 00.15 WIB. Keluarga telah menerima penjelasan dari dokter dan membuat surat pernyataan, kemudian jenazah wanita dibawa pulang ke rumah duka menggunakan ambulans FPRB Kalurahan Bangunjiwo,” jelas Iptu Rita.
Polisi memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut dan kematian korban diduga murni karena faktor medis. (Hadid Husaini)
