
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Bupati Mojokerto Muhammad Albarra secara resmi meluncurkan Program Z-IFTHAR Ramadan hasil kolaborasi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan BAZNAS RI pada Jumat (20/2/2026) sore.
Bertempat di halaman Masjid Nurul Huda, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, inisiatif ini dirancang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi dana zakat selama bulan suci Ramadan. Program ini mendorong produktivitas pelaku usaha kecil di lingkungan rumah ibadah.
Prosesi peresmian ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto kepada perwakilan penerima manfaat, yakni BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) Nurul Huda.
Agenda ini turut disaksikan oleh jajaran Forkopimca Jetis, tokoh masyarakat, serta puluhan pelaku UMKM setempat yang menjadi mitra program.
Program Z-IFTHAR: Transformasi Zakat dari Konsumtif ke Produktif
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan BAZNAS dalam mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Menurutnya, langkah ini menjadi bukti bahwa instrumen keagamaan dapat dikelola secara modern dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Z-IFTHAR ini bukan sekadar berbagi takjil atau bazar Ramadan, tetapi gerakan ekonomi berbasis zakat yang dirancang untuk menggerakkan usaha masyarakat secara nyata,” tegasnya.
Tahun ini, Program Z-IFTHAR menggulirkan total anggaran Rp 45 juta. Sebanyak 30 pelaku usaha menerima bantuan masing-masing Rp1,5 juta dalam bentuk fasilitas usaha seperti tenda dan meja, serta tambahan modal pengungkit Rp300 ribu per orang. Bantuan tersebut diharapkan menjadi investasi sosial agar usaha para penerima dapat berkembang dan naik kelas.
Selain itu, Rp20 juta dialokasikan untuk mendukung operasional kegiatan selama satu bulan penuh di Ramadan. Dengan skema tersebut, program ini dirancang tidak berhenti pada seremoni pembukaan, melainkan berjalan berkelanjutan sepanjang bulan suci.
Gus Barra juga mengungkapkan bahwa para penerima Z-IFTHAR sebelumnya telah memperoleh dukungan melalui program Baznas Microfinance Masjid (BMM) dengan total nilai Rp150 juta bagi 50 penerima. Hal ini menunjukkan bahwa Z-IFTHAR merupakan bagian dari pembinaan ekonomi yang terstruktur dan berkesinambungan.
“Inilah konsep yang kita dorong. Zakat tidak hanya dibagikan, tetapi diputar menjadi kekuatan ekonomi umat,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan ekonomi seperti kenaikan harga, persaingan usaha, hingga perubahan pola konsumsi masyarakat menuntut pelaku UMKM untuk lebih kreatif dan tangguh. Karena itu, program berbasis masjid dinilai strategis dalam memperkuat ekonomi jamaah.
“Masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi. Di sinilah nilai spiritual bertemu dengan kekuatan ekonomi,” tambahnya.
Bupati turut mengapresiasi kebijakan panitia yang membuka kesempatan berdagang tidak hanya bagi penerima bantuan, tetapi juga masyarakat umum dengan tetap mematuhi aturan takmir masjid.
Langkah ini dinilai penting untuk membangun ekosistem usaha yang inklusif, adil, dan tertib. Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan selama pelaksanaan kegiatan.
“Aturan dibuat bukan untuk membatasi, tetapi untuk memastikan semua berjalan tertib, nyaman, dan saling menghormati,” pesannya.
Kepada para penerima bantuan, orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto itu berpesan agar amanah tersebut dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap program ini terus berkembang melalui evaluasi, pendampingan, dan peningkatan kapasitas usaha.
“Jika tahun ini 30 orang, ke depan harus lebih banyak lagi. Jika hari ini skala desa, besok harus meningkat ke tingkat kecamatan bahkan kabupaten,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak Forkopimca, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat untuk mendukung UMKM lokal dengan membeli dan mempromosikan produknya.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Harapan kita, mustahik hari ini insyaallah menjadi muzakki di masa depan,” pungkasnya.
Melalui Program Z-IFTHAR, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap zakat benar-benar menjadi instrumen penguatan ekonomi umat serta membawa keberkahan bagi terwujudnya Mojokerto yang religius, mandiri, dan sejahtera.
