
Jombang, kabarterdepan.com – Warga Dusun Tempuran, Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendadak gempar. Seorang ibu rumah tangga bernama Sutri (66) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di dalam rumahnya sendiri.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WIB. Saksi mata, Ahmad Hafidz (29), menceritakan detik-detik saat dirinya menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa. Saat itu, ia bermaksud menemui korban, namun justru mendapati pemandangan memilukan.
Baca juga: Ngoro Geger: Remaja Dikejar Kelompok Bersenjata Saat Sahur
“Waktu saya masuk, posisi korban sudah dalam keadaan gantung diri menggunakan tali tampar. Saya langsung kaget dan segera lari mencari pertolongan ke perangkat desa,” ujar Ahmad Hafidz, Jumat (20/2/2026).
Saksi menyebutkan bahwa kondisi rumah saat itu cenderung sepi. Setelah melaporkan kejadian tersebut kepada Sunarto (52), perangkat desa setempat, pihak kepolisian dari Polsek Kabuh dan tim medis segera tiba di lokasi.
Polres Jombang lakukan Olah TKP
Kapolsek Kabuh, AKP Tomi Hermanto, memimpin langsung proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Tim Inafis Polres Jombang dan petugas kesehatan dari Puskesmas Kabuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Kami sudah lakukan pemeriksaan bersama tim medis. Memang benar korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan tidak ditemukan luka akibat benda tumpul maupun benda tajam. Murni karena gantung diri,” jelas AKP Tomi.
Meski pemeriksaan medis sudah selesai, motif di balik tindakan nekat korban masih menjadi tanda tanya besar. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap latar belakang kehidupan korban belakangan ini.
“Kami masih mencari tahu apa motif sebenarnya. Jika dilihat dari keterangan awal, depresi tidak, masalah ekonomi juga tidak ada, sakit pun tidak. Namun, menurut keluarga, korban memang belakangan ini sering duduk sendiri dan termenung di belakang rumah,” tambah AKP Tomi.
Atas kejadian tersebut, keluarga korban menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan takdir.
“Keluarga korban menolak dilakukan otopsi lebih lanjut dan tidak akan melakukan tuntutan secara hukum, sebagaimana tertuang dalam surat pernyataan resmi,” jelasnya.
Petugas telah mengamankan barang bukti berupa seutas tali tampar dari lokasi kejadian. “Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan,” pungkasnya.
Catatan Penting: Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal sedang mengalami depresi, tekanan emosional, atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, segera hubungi pihak berwenang atau layanan bantuan profesional. Di Indonesia, kamu bisa menghubungi:
Kemenkes / Layanan Crisis Center: 1500-151 (24 jam)
Yayasan Pulih: +62 811-128-1343 / +62 812-1212-5557
Layanan konseling psikolog / psikiater terdekat
Editor berita: Ririn W
