Nyadran, Tradisi Turun-Temurun Warga Jombang Sambut Ramadan

Avatar of Redaksi
nyadran
Warga Bandarkedungmulyo, Jombang saat melakukan nyadran di makam leluhur. (Karimatul Maslahah/Kabarterdepan.com)

Jombang, kabarterdepan.com – Di tengah arus modernisasi, warga Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang Jawa Timur, tetap teguh menjaga kearifan lokal dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Ratusan warga memadati areal pemakaman umum Dusun Pucanganom untuk menggelar tradisi doa bersama dan tahlil di pusara para leluhur.

Tradisi yang akrab disebut sebagai ritual nyadran ini menjadi potret kentalnya budaya gotong royong dan penghormatan terhadap garis silsilah keluarga yang masih terjaga rapi di Desa Pucangsimo.

Nyadran, Simpul Silaturahmi Jelang Ramadan

WhatsApp Image 2026 02 17 at 11.11.19 AM

Dipimpin oleh tokoh agama setempat, KH Asmui Karim, warga yang datang dari berbagai generasi, mulai dari lansia hingga anak-anak, duduk bersimpuh membacakan surat Yasin dan tahlil.

“Momen ziarah kubur menjelang Ramadan ini adalah pengingat jati diri. Kita mendoakan leluhur agar mendapat tempat terbaik, sembari membersihkan hati untuk menyambut bulan suci,” ujar KH Asmui Karim, Selasa (17/2/2026).

Salah satu momen paling emosional adalah saat warga melakukan tabur bunga secara serentak. Bagi Suswati, salah seorang warga, momen ini adalah waktu pertemuan batin dengan orang tuanya yang telah tiada.

“Ini cara kami menjaga silaturahmi dengan mereka yang sudah mendahului. Setiap tahun kami pastikan hadir sebagai bentuk bakti,” ungkapnya.

Kepala Desa Pucangsimo, Mohamad Sony, memandang tradisi ini sebagai kekuatan sosial. Menurutnya, ritual di makam ini menjadi ajang rekonsiliasi alamiah di mana seluruh warga berkumpul tanpa sekat.

“Ini bukan sekadar ritual tahunan, tapi simpul pemersatu. Warga yang sibuk bisa bertemu dan saling memaafkan di sini sebelum masuk bulan puasa,” jelas Sony.

Sebagai bentuk kelanjutan dari semangat kebersamaan ini, Sony mengungkapkan bahwa desa akan bersolek secara gotong royong. Semangat religiusitas ini akan diterjemahkan dalam aksi fisik mempercantik lingkungan desa.

“Warga sudah sepakat akan memasang umbul-umbul dan lampu hias kerlap-kerlip di sepanjang jalan desa. Kami ingin suasana Ramadan terasa di setiap sudut Pucangsimo,” tambahnya. (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page