
Bantul, kabarterdepan.com – resmi mengakhiri pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026 yang digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 2.560 pelanggaran lalu lintas terjadi di wilayah hukum Kabupaten Bantul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menyampaikan bahwa seluruh pelanggar dalam operasi kali ini hanya dikenai sanksi berupa teguran.
Pendekatan tersebut dipilih karena operasi lebih mengedepankan upaya edukatif dibandingkan penindakan hukum secara represif.
“Total ada 2.560 pelanggaran yang kami temukan. Namun seluruhnya kami berikan teguran sebagai bentuk pembinaan,” jelasnya pada Senin (16/2/2026)
Berdasarkan data kepolisian, pelanggaran masih didominasi pengendara roda dua. Beberapa jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan di lapangan antara lain ketidaklengkapan komponen kendaraan, tidak menggunakan helm standar SNI, melawan arus lalu lintas, serta pengendara di bawah umur.
Di sisi lain, angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan operasi juga menjadi perhatian. Tercatat sebanyak 68 kejadian kecelakaan terjadi di wilayah Bantul dalam kurun waktu tersebut.
Operasi Keselamatan Progo 2026 Meningkatkan Kesadaran
Rita menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Progo 2026 bukan sekadar agenda rutin penindakan, melainkan instrumen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Upaya preemtif dilakukan secara masif melalui sosialisasi langsung di titik-titik strategis seperti persimpangan lampu merah dan pusat keramaian.
Selain itu, kepolisian juga menggelar kampanye visual dengan membagikan brosur, stiker, leaflet, serta memasang pamflet berisi himbauan tertib berlalu lintas.

Operasi ini menjadi bagian dari langkah cipta kondisi menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Mengusung tema mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), kegiatan ini sekaligus menjadi fondasi sebelum digelarnya Operasi Ketupat 2026.
“Harapannya, aktivitas ibadah selama Ramadan maupun arus mudik Idul Fitri dapat berjalan aman, nyaman, dan selamat tanpa kendala berarti di jalan raya,” pungkasnya. (Hadid Husaini)
Editor: Ahmad
