
Sragen, Kabarterdepan.com – Dampak cuaca ekstrem mulai terasa pada infrastruktur jalan di Kabupaten Sragen. Sejumlah ruas mengalami kerusakan serius, salah satunya Jalan Sukodono–Gesi di depan Kantor Kecamatan Sukodono yang kini berubah bak “jalur uji nyali” bagi para pengendara.
Dari pantauan di lokasi, Senin (16/2/2026), menunjukkan lubang menganga dengan berbagai ukuran dan kedalaman tersebar di sepanjang badan jalan. Beberapa lubang bahkan tertutup genangan air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini membuat pengendara kesulitan membaca permukaan jalan. Risiko terperosok pun meningkat, terutama pada malam hari atau saat hujan turun.
“Kalau tidak hafal jalannya, bisa langsung terperosok, apalagi saat malam hari atau setelah hujan,” ujar Heny, salah satu pengendara yang setiap hari melintas.
Hujan Deras Cuaca Ekstrem Percepat Kerusakan Aspal
Permukaan jalan yang terkelupas menyisakan tanah dan kerikil lepas sehingga licin dan rawan kecelakaan. Pengendara terpaksa bermanuver menghindari lubang, situasi yang kerap memicu risiko senggolan dengan kendaraan lain.
Tak hanya mengancam keselamatan, kerusakan jalan juga berdampak pada kondisi kendaraan.
“Shockbreaker, ban, pelek, sampai bearing cepat rusak kalau sering lewat sini,” keluh Anto, pengguna jalan lainnya.

Camat Sukodono, Rudi Hartanto, mengatakan ruas Sukodono–Gesi merupakan jalur penghubung vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Kerusakan yang terus meluas akibat cuaca ekstrem dikhawatirkan semakin memperbesar potensi kecelakaan lalu lintas.
“Kondisi jalan tersebut sudah kami laporkan ke DPU. Untuk pemeliharaan atau perbaikan masih menunggu giliran,” ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa waktu lalu perbaikan darurat sempat dilakukan secara swadaya oleh warga dengan pengurugan sirtu.
“Beberapa waktu yang lalu sebenarnya sudah diurug sirtu secara swadaya,” kata Rudi.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Aribowo Sulistyo, mengatakan pihaknya telah melakukan survei lapangan.
“Perbaikan kerusakan ruas Jalan Sukodono–Gesi sudah kami jadwalkan untuk penambalan atau pengurugan,” jelasnya.
Sementara menunggu perbaikan dilakukan, DPU Sragen mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
Warga pun berharap penanganan tidak hanya bersifat sementara, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan kerusakan jalan terus meluas. (Masrikin)
