
Aceh Tamiang, Kabarterdepan.com – Akselerasi penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan atau BOSP untuk daerah terdampak bencana mendapat apresiasi dari para pendidik di Aceh. Salah satunya disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 1 Karang Baru, Ayu Andriani, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (20/1/2026).
Ayu menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., atas kebijakan akselerasi dana BOSP yang dinilai sangat membantu pemulihan proses pendidikan pascabanjir.
Dana akselerasi BOSP sangat berarti, terutama untuk perehapan mobiler dan pembersihan lingkungan sekolah.
“Agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan dengan baik,” ujar Ayu.
Ia menjelaskan, banjir yang melanda wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan kerusakan cukup parah pada sarana belajar, khususnya meja dan kursi siswa. Sebagian besar merupakan meja dan kursi rakitan berbahan serbuk kayu yang tidak tahan terhadap rendaman air.
“Kondisinya rusak berat. Meja dan kursi yang terbuat dari bahan rakitan rata-rata hancur karena terendam banjir,” ungkapnya.
Saat ini, sekolah tengah melakukan proses reparasi terhadap sejumlah meja dan kursi yang masih memungkinkan untuk diperbaiki. Dalam waktu dekat, mobiler tersebut akan dilengkapi dengan sandaran agar dapat digunakan kembali secara lebih nyaman oleh para siswa.
Setelah perbaikan ini selesai, anak-anak bisa kembali belajar dengan lebih nyaman.
“Kami sebagai guru berharap semangat belajar mereka tetap terjaga meskipun sempat terdampak bencana,” katanya.
Sinergi Mendikdasmen dan Daerah dalam Fondasi Pendidikan dalam Akselarasi BOSP
Ayu juga berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan pendidikan di Aceh terus berlanjut, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan bencana.
“Jika pendidikan bangkit, maka sektor lainnya juga akan ikut bangkit. Pendidikan adalah fondasi utama,” tutup Ayu.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin menegaskan bahwa keberlanjutan pembelajaran menjadi prioritas utama meski sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih.
Murthalamuddin berharap pentingnya dukungan pemerintah pusat dan semua pihak terus berlanjut. Agar pemulihan pendidikan pascabencana dapat berjalan optimal demi masa depan anak-anak Aceh. (aisyah)
