Mantan Bupati Cianjur Herman Suherman Beri Klarifikasi Usai Dilaporkan ke KPK

Avatar of Jurnalis: Ririn
Mantan Bupati Cianjur Herman Suherman Beri Klarifikasi Usai Dilaporkan ke KPK
Mantan Bupati Cianjur Herman Suherman Beri Klarifikasi Usai Dilaporkan ke KPK. (Sumber: Hasan/Kabarterdepan.com)

Cianjur, Kabarterdepan.com – Mantan Bupati Cianjur, Herman Suherman, memberikan tanggapan resmi terkait pelaporan dirinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penyimpangan dana bantuan pemerintah yang disalurkan melalui kelompok tani. Herman menegaskan bahwa seluruh bantuan yang diterima dan dimanfaatkan selama masa kepemimpinannya telah dikelola sesuai prosedur dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.

Mantan Bupati Cianjur ini menepis adanya penyalahgunaan bantuan, termasuk terkait pembangunan pabrik beras yang belakangan dipersoalkan. Ia menjelaskan bahwa pabrik beras tersebut dibangun di atas tanah milik pribadinya yang berasal dari warisan keluarga dan telah dihibahkan secara sukarela kepada kelompok tani.

“Mungkin yang dipersoalkan masalah hibah pabrik. Itu pun digunakan untuk pembangunan pabrik beras di atas tanah milik pribadi saya. Tanah tersebut merupakan warisan yang saya hibahkan secara tulus kepada kelompok tani agar masyarakat dapat menggarapnya tanpa harus menyewa,” ujar Herman melalui sambungan telepon, Senin (2/2/2026).

Mantan Bupati Cianjur Tegaskan Langkah Hibah Bentuk Dukungan

Ia menambahkan, langkah hibah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian petani dan penguatan sektor pertanian di Kabupaten Cianjur. Menurutnya, keberadaan pabrik beras diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus kesejahteraan petani.

Terkait bantuan operasional seperti pupuk, bibit, serta sarana produksi pertanian lainnya, Herman menegaskan bahwa pengelolaan dan pendistribusian bantuan sepenuhnya menjadi kewenangan dinas terkait bersama kelompok tani penerima.

“Saya baru tahu sekarang ternyata bantuan atau hibah dari instansi dinas tidak seutuhnya diterima oleh kelompok tani. Kalau begitu berarti ada persoalan di dinasnya. Kalau mau diperiksa, justru periksa dinasnya,” ucapnya

Herman juga memastikan bahwa seluruh aset bantuan pemerintah, termasuk mesin pabrik beras dan alat-alat pertanian, masih berada di lokasi, berfungsi dengan baik, dan hingga kini tetap dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

“Sampai sekarang pabriknya ada, alat-alat mesinnya juga masih ada dan berfungsi, serta dimanfaatkan oleh masyarakat, dan masyarakat merasa bersyukur,” ungkapnya.

Herman menilai isu dan laporan yang beredar seperti memutarbalikan fakt.

“isu ini yang tengah beredar seperti memutar balikan fakta” tegas Herman.

Ia berharap persoalan tersebut dapat ditelusuri secara objektif dan proporsional oleh aparat penegak hukum, sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat. (Hasan)

Responsive Images

You cannot copy content of this page