
Jombang, Kabar Terdepan.com — Berangkat haji tentu menjadi impian semua umat muslim. Begitu juga Sutaji (66), seorang pedagang kerupuk keliling asal Dusun Budug, Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun 2026.
Kepastian haji didapat setelah Sutaji konsisten menabung dari hasil jualan kerupuk menggunakan sepeda ontel sejak puluhan tahun silam.
Sutaji telah berjualan kerupuk sejak tahun 1970. Meski perkembangan zaman telah beralih ke kendaraan bermotor, ia tetap setia menggunakan sepeda pancal untuk menjajakan dagangannya dari wilayah Peterongan hingga Mojongapit, Jombang.
“Setiap hari saya berkeliling membawa 5 kilogram kerupuk. Saya ambil dari pabrik di Senden. Alhamdulilah, biasanya habis dalam waktu satu jam,” ujar Sutaji, Sabtu (31/1/2026).
Dari Kerupuk Naik Haji, Kisah Ketekunan Sutaji Jadi Inspirasi Warga
Ketekunan Sutaji dalam menabung dimulai sejak era 1980-an. Saat itu, penghasilannya hanya sekitar Rp 1.000 per hari, namun ia disiplin menyisihkan Rp 200 khusus untuk biaya ke tanah suci. Saat ini, dengan penghasilan rata-rata Rp 100.000 per hari, ia tetap menyisihkan separuh pendapatannya untuk tabungan dan kebutuhan rumah tangga.
“Niat ke tanah suci sudah ada sejak saya menikah dengan istri (Siti Hana) pada awal 1980-an. Prinsip saya yang penting niat, bisa menahan diri, dan tidak boros,” tambahnya.
Perjuangan tersebut membuahkan hasil secara bertahap. Sang istri, Siti Hana (62), telah mendaftar terlebih dahulu pada tahun 2012. Sementara itu, Sutaji baru bisa menyusul mendaftar pada tahun 2019 setelah tabungannya mencukupi.
Pasangan suami istri ini kini tercatat dalam daftar calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Jombang yang akan diberangkatkan pada tahun 2026. Sutaji berharap kisahnya dapat memotivasi orang lain bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Siapa pun yang punya niat baik, semoga Allah SWT mudahkan jalannya,” tutupnya. (Karimatul)
