
Sampang, kabarterdepan.com – Parade Daul di Kabupaten Sampang dipastikan tetap akan digelar setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, Abdul Basith.
Meski demikian, Basith mengungkapkan bahwa adanya kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat berpotensi memengaruhi konsep maupun teknis pelaksanaan kegiatan budaya tahunan tersebut.
“Untuk Parade Festival Daul, kami pastikan tetap digelar setelah Idul Fitri. Namun memang dengan adanya TKD dari pemerintah pusat, kemungkinan akan ada sedikit perubahan, baik dari konsep maupun penerapannya di lapangan,” ujar Basith saat ditemui kabarterdepan di ruangannya, Kamis (29/1/2026).
Basith menjelaskan, saat ini Disporabudpar Kabupaten Sampang masih terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait demi memastikan kegiatan berjalan optimal dan tetap sesuai dengan tujuan pelestarian budaya lokal.
“Kami masih berkoordinasi dengan beberapa pihak, baik internal maupun eksternal, agar pelaksanaan Parade Daul nanti bisa tetap berjalan maksimal,” jelasnya.
Menurutnya, koordinasi tersebut mencakup penyesuaian anggaran, konsep acara, hingga teknis pelaksanaan di lapangan agar tetap sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Parade Daul Agenda Tahunan
Meski ada kemungkinan penyesuaian, Basith menegaskan bahwa Parade Daul merupakan agenda budaya tahunan yang telah direncanakan jauh hari dan tidak akan dibatalkan.
“Untuk kegiatan yang sudah direncanakan dan menjadi ajang tahunan, khususnya Daul, kami pastikan tetap berjalan,” tegasnya.
Basit juga menambahkan bahwa Parade Daul bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya menjaga eksistensi seni dan budaya khas Madura, khususnya di Kabupaten Sampang.
Parade Daul selama ini dikenal sebagai salah satu ikon budaya Sampang yang selalu dinanti masyarakat. Selain menjadi ruang ekspresi seniman lokal, kegiatan ini juga berperan penting dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
Disporabudpar Kabupaten Sampang berharap, meskipun ada penyesuaian teknis, Parade Festival Daul tahun ini tetap mampu memberikan dampak positif bagi pelaku seni, masyarakat, serta sektor pariwisata daerah. (Fais)
