
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Bangkai pesawat milik maskapai Deraya Papua mendadak menyita perhatian warga Desa Kertosari, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
Pesawat berukuran besar itu kini terbengkalai di sebuah lahan kosong, dikelilingi semak dan rumput liar yang mulai menutup sebagian badan pesawat.
Pantauan di lokasi, kondisi pesawat masih cukup utuh. Seluruh komponen utama mulai dari badan pesawat, kabin, sayap, mesin hingga roda masih terlihat jelas.
Bahkan, bagian kokpit pilot masih menyimpan berbagai peralatan penerbangan dan panel elektronik. Kursi pilot serta co-pilot pun masih terpasang di tempatnya, seolah pesawat itu baru saja berhenti beroperasi.
Keberadaan bangkai pesawat ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga sekitar. Pasalnya, pesawat tersebut bukan berada di bandara, melainkan di tengah area persawahan yang kini berubah menjadi lahan kosong.
Keterangan Babinsa soal Asal-usul Bangkai Pesawat
Serka Erwin Dayana, anggota Babinsa Desa Kertosari, menjelaskan bahwa kedatangan rangka pesawat itu sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku mendapat informasi awal dari kepala desa setempat.
“Katanya ada rangka pesawat dari Jakarta menggunakan 4 kendaraan tronton,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Senin (26/1/2026) sore.
Erwin menuturkan, saat pertama kali tiba, bangkai pesawat tersebut masih tertutup rapat. Namun seiring waktu, bagian penutup mulai terbuka dan sebagian rangka pesawat terlihat jelas dari luar.
“Begitu masuk langsung ditempatkan seperti ini dulu tertutup sekarang ada yang dijebol,” jelasnya.
Rencana Wisata Edukasi Masih Terkendala Perizinan
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pesawat tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai bagian dari kawasan wisata edukasi. Namun hingga kini, rencana tersebut belum terealisasi sepenuhnya.
“Bu Anggun itu akan menggunakan lahan ini sebagai daerah wisata edukasi, wisata edukasi itu nanti bentuknya mungkin kafe atau seperti apa kita juga kurang paham,” katanya.
Menurut Erwin, proses perizinan terkait pemanfaatan lahan dan bangkai pesawat tersebut masih belum rampung hingga saat ini. Pihaknya juga masih menunggu informasi selanjutnya dari kepala desa.
“Dan nanti untuk berikutnya akan diurus masalah perizinan sampai saat ini belum selesai,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan lebih lanjut terkait rencana pembangunan area wisata tersebut. Bangkai pesawat itu dibiarkan berada di lokasi tanpa aktivitas apa pun.
“Sementara pesawat ini tetap kita tetap dibiarkan seperti ini, menunggu informasi dari ibu Anggun,” pungkasnya.
