
Bekasi, Kabar Terdepan – Partai Amanat Nasional (PAN) resmi meluncurkan program pembinaan sepak bola usia dini bertajuk “Satu Anak Satu Bola” dengan menggandeng Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Kota Bekasi dipilih sebagai lokasi peluncuran perdana program tersebut karena dinilai memiliki perkembangan sepak bola yang positif serta ekosistem pembinaan yang terus bertumbuh.
Buron 5 Tahun, Koruptor Dana Hibah PSSI Jombang Ditangkap di Karawang
Program Satu Anak Satu Bola menjadi bentuk komitmen PAN dalam mendukung pembangunan olahraga nasional, khususnya pembinaan sepak bola sejak usia dini. Melalui program ini, PAN menargetkan terciptanya generasi pesepak bola muda yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mental sportif.
Sekretaris Jenderal PAN, Eko Patrio, mengatakan bahwa pemilihan Kota Bekasi sebagai titik awal peluncuran program didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis. Salah satunya adalah perkembangan pembinaan sepak bola di daerah tersebut yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau saya memilih Kota Bekasi, pertama karena sepak bolanya terus berkembang dan menunjukkan kemajuan yang cukup baik. Kedua, kesiapan panitia lokal juga sangat mendukung, karena sebagian besar berasal dari Bekasi,” ujar Eko Patrio saat ditemui di sela kegiatan peluncuran, Minggu (25/1/2026).
Eko menambahkan, setelah peluncuran di Bekasi, program Satu Anak Satu Bola akan diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia. Beberapa kota yang telah masuk dalam rencana pelaksanaan antara lain Jakarta, Padang, dan sejumlah daerah lain yang memiliki potensi pembinaan sepak bola usia dini.
Dalam peluncuran perdana tersebut, PAN menyalurkan sekitar 500 hingga 1.000 bola kepada anak-anak yang tergabung dalam sekolah sepak bola (SSB). Konsep yang diusung terbilang sederhana, yakni setiap anak mendapatkan satu bola secara langsung, sebagai simbol kepemilikan dan kecintaan terhadap sepak bola.
“Filosofinya sederhana, satu anak satu bola. Dengan begitu, anak-anak akan merasa memiliki, mencintai, dan lebih dekat dengan sepak bola sejak dini,” jelas Eko.
Lebih dari sekadar pembagian bola, program ini juga menitikberatkan pada pembentukan karakter anak. Menurut Eko, pembinaan usia dini harus mencakup nilai-nilai dasar kehidupan seperti kejujuran, sportivitas, kerja sama tim, dan semangat juang.
Ia mencontohkan proses pengambilan bola yang dilakukan secara tertib oleh anak-anak dalam kegiatan tersebut. Anak-anak diminta mengambil bola satu per satu, tanpa berebut, sehingga nilai kejujuran dan disiplin muncul secara alami.
“Tadi anak-anak diminta mengambil satu bola dan mereka melakukannya dengan tertib. Di situ terlihat nilai kejujuran yang muncul dengan sendirinya. Hal-hal seperti ini yang ingin kita bangun sejak awal,” ungkapnya.
Eko menegaskan bahwa program Satu Anak Satu Bola bukan kegiatan seremonial semata. PAN berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan melalui jaringan anggota legislatif PAN yang tersebar di 48 daerah pemilihan di seluruh Indonesia. Setiap daerah nantinya akan menggelar kegiatan serupa sebagai bagian dari gerakan nasional pembinaan sepak bola usia dini.
PSSI Kolaborasi dengan PAN, Program Satu Anak Satu Bola Mulai Digelar di Bekasi
Lebih jauh, anak-anak yang terlibat dalam program ini akan diarahkan masuk dalam sistem pembinaan yang terstruktur melalui SSB. PAN juga merencanakan penyelenggaraan kompetisi sebagai sarana penyaringan bakat, sehingga bibit-bibit potensial dapat terpantau sejak awal.
“Kami ingin ada proses pembinaan yang jelas, terarah, dan berkesinambungan. Kompetisi menjadi bagian penting untuk menjaring talenta terbaik,” kata Eko.
Dalam program ini, PAN juga membuka ruang kerja sama dengan PSSI untuk memastikan kualitas pembinaan sesuai dengan standar nasional.
Dukungan dari unsur PSSI diharapkan dapat memperkuat sistem pelatihan, kurikulum pembinaan, hingga jalur pengembangan atlet muda ke level yang lebih tinggi.
“Kami bersyukur mendapat dukungan dari Bang Arya yang merupakan bagian dari PSSI. Dengan begitu, arah pembinaan bisa lebih terukur dan sesuai standar nasional sepak bola Indonesia,” tambahnya.
Dari sisi pelaksanaan teknis, panitia telah menyiapkan dukungan menyeluruh. Mulai dari kehadiran pelatih profesional, pendamping teknis, hingga tim kesehatan yang bertugas memastikan keselamatan dan kenyamanan anak-anak selama kegiatan berlangsung.
Anak-anak yang menunjukkan potensi menonjol nantinya akan diklasifikasikan dan dibina lebih intensif dalam tim lokal. Pembinaan lanjutan ini diharapkan mampu mencetak pemain-pemain muda yang tidak hanya handal secara teknik, tetapi juga bermental kuat dan berkarakter.
“Di situlah mereka akan ditempa secara serius, menjadi semacam kawah candradimuka untuk melahirkan pemain-pemain sepak bola yang tangguh dan berkarakter,” pungkas Eko.
Program Satu Anak Satu Bola dijalankan melalui wadah Mapan FC, yang menjadi identitas resmi kegiatan pembinaan sepak bola PAN di berbagai daerah di Indonesia. Melalui Mapan FC, PAN berharap dapat berkontribusi nyata dalam membangun fondasi sepak bola nasional dari tingkat akar rumput. (Yanso)
