
Cianjur, Kabar Terdepan.com – Kemenag Cianjur resmi menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta di seluruh satuan pendidikan madrasah sebagai langkah strategis memperkuat pendidikan karakter, nilai kemanusiaan, dan moderasi beragama.
Angka Pernikahan Menurun, Kemenag DIY Soroti Ketakutan Anak Muda
Kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi program nasional Kementerian Agama RI dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia peserta didik.
https://rri.co.id/lain-lain/2123601/kakanwil-kemenag-sumut-terima-pengurus-gpi-sumut-aceh
Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta oleh Kemenag Cianjur menitikberatkan pada penguatan sikap saling menghargai, toleransi antar sesama, empati sosial, serta penanaman nilai kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Kurikulum ini tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa agar mampu hidup berdampingan secara damai di tengah masyarakat yang majemuk.
Kemenag Cianjur Dorong Pendidikan Berbasis Nilai Kemanusiaan
Plt Kepala Seksi Mapenda Kemenag Kabupaten Cianjur menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan turunan langsung dari kebijakan nasional Kementerian Agama yang sejalan dengan visi besar moderasi beragama. Melalui pendekatan ini, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
“Pendidikan tidak cukup hanya mencetak siswa yang unggul secara akademik. Madrasah harus menjadi ruang tumbuhnya nilai kasih sayang, toleransi, empati, dan sikap saling menghormati,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga bagaimana lembaga pendidikan mampu mencegah tumbuhnya sikap intoleransi, kekerasan, dan diskriminasi di lingkungan sekolah.
Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta di Mata Pelajaran Madrasah
Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan ke dalam setiap mata pelajaran, kegiatan pembiasaan harian, serta budaya sekolah. Guru dan tenaga pendidik didorong untuk menjadi teladan dalam bersikap inklusif, adil, dan penuh empati kepada seluruh peserta didik.
Selain itu, Kemenag Cianjur menekankan pentingnya menciptakan iklim madrasah yang aman dan nyaman, bebas dari praktik perundungan, diskriminasi, maupun kekerasan verbal dan fisik. Dengan demikian, madrasah dapat menjadi ruang belajar yang sehat bagi tumbuh kembang karakter siswa.
Bimtek Kepala Madrasah Perkuat Implementasi Kurikulum
Sebagai bentuk keseriusan, Kemenag Cianjur baru saja menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para kepala madrasah dan tenaga pengelola kurikulum. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait konsep, strategi, dan teknis penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan madrasah.
“Kemarin kami telah melaksanakan Bimtek untuk kepala madrasah dan tenaga kurikulum. Alhamdulillah, semoga Kurikulum Berbasis Cinta ini sudah bisa diterapkan di semua madrasah,” ungkapnya.
Melalui Bimtek tersebut, peserta dibekali dengan panduan praktis agar implementasi kurikulum tidak bersifat simbolik semata, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam proses belajar mengajar.
Evaluasi Berkala dan Harapan Kemenag Cianjur
Kemenag Cianjur juga akan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Evaluasi ini mencakup aspek pembelajaran, perilaku peserta didik, serta budaya sekolah yang terbentuk pasca implementasi kurikulum.
Dengan langkah ini, Kemenag Cianjur berharap madrasah dapat menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu menjaga persatuan dan kedamaian di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.(Hasan)
