Polda DIY Klarifikasi 5 Fakta Modus Catut Nama Pejabat

Avatar of Jurnalis: Ririn
Kabag Bekum Rolog Polda DIY AKBP Sugihartono
Kabag Bekum Rolog Polda DIY AKBP Sugihartono Klarifikasi Pemesanan Katering Fiktif

Sleman, Kabar Terdepan.com – Kabag Bekum Rolog Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), AKBP Sugihartono, baru-baru ini memberikan klarifikasi atas beredarnya informasi di media sosial tentang dugaan penipuan pemesanan katering yang menggunakan identitas dirinya. Klarifikasi ini muncul setelah unggahan akun Instagram @merapi_uncover ramai diperbincangkan oleh warganet. Sidang Pembakaran Tenda Polda DIY, 2 Saksi Ungkap Kronologi

AKBP Sugihartono menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pemesanan katering sebagaimana informasi yang beredar. Dalam unggahan klarifikasi di media sosial pada Rabu (21/1/2026). https://yogyakarta.kompas.com/read/2026/01/21/175858378/polda-diy-selidiki-dugaan-penipuan-modus-pesanan-fiktif-yang-mencatut

“Terkait beredarnya informasi adanya pesanan katering di wilayah Yogyakarta yang mengatasnamakan saya, dapat saya pastikan bahwa hal tersebut tidak benar,” tandasnya pada Kabar Terdepan.

Pernyataan ini menjadi penting karena identitas pejabat negara atau aparat keamanan sering disalahgunakan oleh oknum untuk menipu masyarakat.

Tidak Ada Hubungan dengan Polda DIY

Selain itu, AKBP Sugihartono memastikan bahwa pemesanan palsu tersebut tidak ada hubungannya dengan Polda DIY maupun satuan kerja tempat ia bertugas. Hal ini menjadi klarifikasi penting agar masyarakat tidak salah paham dan tetap percaya terhadap integritas institusi kepolisian.

Kepolisian menekankan bahwa setiap transaksi atau permintaan pesanan yang mengatasnamakan aparat harus dicek kebenarannya secara resmi sebelum menindaklanjuti.

AKBP Sugihartono mengimbau masyarakat dan pelaku usaha katering untuk lebih waspada terhadap modus penipuan yang mencatut nama pejabat atau lembaga resmi.

“Kami mengharapkan masyarakat untuk lebih waspada jika ada pihak yang mengatasnamakan institusi atau lembaga kami,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, beberapa tips yang dapat dilakukan antara lain konfirmasi langsung kepada pejabat atau lembaga terkait sebelum menerima pesanan besar, cek akun resmi media sosial atau website lembaga untuk memastikan kebenaran informasi, hindari transfer uang sebelum ada konfirmasi resmi tertulis dan laporkan dugaan penipuan kepada pihak kepolisian agar segera ditindaklanjuti.

Informasi terkait dugaan pemesanan katering palsu dengan mengatasnamakan AKBP Sugihartono dan Polda DIY sempat viral di media sosial. Unggahan dari akun @merapi_uncover menyebarkan kabar ini sehingga menjadi perhatian banyak warganet.

Beberapa pelaku usaha hampir menjadi korban penipuan ini. Bahkan ada yang mengaku nyaris tertipu karena modus yang digunakan cukup meyakinkan. Kejadian ini menegaskan bahwa masyarakat harus lebih kritis dan skeptis terhadap pesan atau permintaan yang tidak jelas sumbernya.

Akun Instagram @rifkygelora juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada AKBP Sugihartono. Saat ini, kasus tersebut sedang dalam proses pelaporan dan penanganan di Polda DIY.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau lembaga resmi bukan hanya terjadi di media sosial, tetapi juga melalui komunikasi langsung. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dan selalu melakukan verifikasi.

Kasus pemesanan katering palsu yang mencatut nama AKBP Sugihartono dan Polda DIY menjadi peringatan penting bagi semua pihak. Terutama bagi pelaku usaha, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan agar tidak menjadi korban.

Salah satu pengusaha katering, Trisnawati memberi tips agar tidak menjadi korban penipuan. Yakni, selalu verifikasi identitas pengirim atau pemesan sebelum melakukan transaksi. Selain menggunakan jalur komunikasi resmi, seperti nomor telepon lembaga atau akun media sosial yang terverifikasi.

“Jangan mudah tergiur dengan pesanan besar tanpa konfirmasi resmi,” pesannya.

Dengan meningkatkan kewaspadaan, masyarakat dapat terhindar dari penipuan yang semakin canggih di era digital saat ini. Waspada dan selalu cek fakta adalah kunci utama menjaga keamanan transaksi, terutama yang melibatkan pihak institusi resmi.

Dengan meningkatkan kewaspadaan, masyarakat dapat terhindar dari penipuan yang semakin canggih di era digital saat ini. Waspada dan selalu cek fakta adalah kunci utama menjaga keamanan transaksi, terutama yang melibatkan pihak institusi resmi.

Selain itu, kasus ini juga menjadi pengingat bagi lembaga pemerintah untuk lebih proaktif menyebarkan informasi resmi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar setiap potensi penipuan dapat diantisipasi lebih awal. Pelatihan atau sosialisasi tentang modus penipuan online bagi UMKM, termasuk katering, dapat membantu mengurangi risiko kerugian.

Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat dalam melaporkan setiap indikasi penipuan agar kasus dapat ditindaklanjuti secara cepat dan transparan. Dengan langkah-langkah preventif yang tepat, risiko korban penipuan dapat diminimalisir, sehingga transaksi bisnis di Yogyakarta maupun wilayah lain menjadi lebih aman dan terpercaya. (Hadid)

Responsive Images

You cannot copy content of this page