Desa Sukamulya Cianjur Antisipasi Paceklik Ekonomi, Siapkan Sejumlah Program

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Kepala Desa Sukamulya warungkongdang cianjur, Iman Nurjaman. (Redaksi/kabar terdepan) 
Kepala Desa Sukamulya warungkongdang cianjur, Iman Nurjaman. (Redaksi/kabar terdepan) 

Cianjur, Kabarterdepan.com – Di tengah paceklik ekonomi yang kian menghimpit masyarakat Kabupaten Cianjur, Pemerintah Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur tetap berupaya menghadirkan program-program strategis guna mendongkrak perekonomian warga. Langkah tersebut ditempuh meski anggaran desa mengalami pemangkasan hingga 60 persen.

Kepala Desa Sukamulya, Iman Nurjaman, mengatakan bahwa pemerintah desa telah menyiapkan sejumlah program pemberdayaan ekonomi dengan memaksimalkan anggaran yang tersedia.

“Kami dari Pemerintah Desa Sukamulya tetap berkomitmen menyiapkan program peningkatan ekonomi warga, meskipun anggaran sangat terbatas. Yang terpenting adalah bagaimana anggaran yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran,” ujar Iman, Senin (19/1/2026).

Pasar Ramadan Desa Sukamulya

Salah satu program yang akan segera direalisasikan adalah penyelenggaraan Pasar Ramadan, yang direncanakan berlangsung pada bulan Ramadan mendatang. Program ini diharapkan mampu menjadi ruang ekonomi bagi warga desa untuk memasarkan hasil pertanian dan produk lokal.

“Pemdes sebenarnya telah memfasilitasi Pasar Desa. Warga yang memiliki hasil bumi seperti cabai rawit, tomat, maupun sayuran lainnya dapat memanfaatkannya. Namun semua kembali pada tekad dan kemauan masyarakat sendiri untuk bangkit memperbaiki kondisi ekonomi,” jelasnya.

Skema Ketahanan Pangan

Selain itu, Pemdes Sukamulya juga merancang program peningkatan ekonomi bagi kalangan pemuda melalui skema Ketahanan Pangan (Ketapang). Program ini dialokasikan dengan anggaran sekitar Rp40 juta dan akan dikelola oleh 10 ketua Karang Taruna di tingkat RW.

“Skalanya memang masih kecil, tetapi kami berharap dapat memberikan dampak. Pengelolaannya nanti bisa diarahkan pada budidaya ayam petelur atau bebek, sesuai potensi dan kesepakatan bersama,” tambahnya.

Tak berhenti di situ, pemerintah desa juga tengah menyiapkan pengembangan wisata lokal sebagai sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat. Pengelolaan wisata tersebut nantinya melibatkan warga secara langsung, mulai dari tiket masuk hingga pengelolaan area parkir.

“Kami sedang mengembangkan wisata lokal. Irigasi di Kampung Cipicung akan dimodifikasi menjadi wahana air untuk anak-anak, sekaligus dikonsep sebagai Kampung Pelangi,” ungkap Iman.

Meski hanya ditopang anggaran desa sekitar Rp373 juta, Iman optimistis seluruh program tersebut dapat direalisasikan melalui sinergi dan semangat gotong royong antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Dengan kerja sama dan kebersamaan warga, saya yakin berbagai program ini bisa berjalan dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat Desa Sukamulya,” pungkasnya. (Hasan)

Responsive Images

You cannot copy content of this page