
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Rektor Universitas Ciputra menghadiri acara Educatopia Expo 2026 sukses menggelar talkshow bertajuk “Ukir Masa Depanmu dari Sekarang”, yang menjadi momentum inspiratif bagi ratusan siswa SMK dan SMA di Kota Mojokerto pada (09/01/2026).
Diskusi mendalam ini menyoroti pilihan jurusan kuliah, peluang karir di tengah disrupsi digital, ekonomi kreatif, beasiswa, entrepreneurship, hingga fleksibilitas karir modern seperti work from home (WFH).
Prof. Dr. Wirawan Endro Dwi Radianto, SE, M.ScA., CLC, CMA, CFP, QWP, CiQAR, Ak.CA., Rektor Universitas Ciputra Surabaya, menjadi narasumber yang memberikan kunci pandangan visioner dan praktis.
Beliau menegaskan bahwa semua jurusan memiliki nilai dan dibutuhkan, tergantung pada bakat, minat, serta kompetensi individu masing-masing. Tidak ada jurusan yang “kurang berguna” atau harus dihindari hanya karena tren popularitas semata.
Menurut Prof. Wirawan, kunci utama di era sekarang adalah membangun mindset entrepreneurship, atau yang beliau sebut sebagai entrepreneurship yaitu wirausaha yang kuat, kreatif, inovatif, dan solutif.
Universitas Ciputra Dorong Entrepreneurship
Universitas Ciputra Surabaya, sebagai kampus pionir entrepreneurship di Indonesia, mendorong siswa untuk tidak hanya menjadi pekerja biasa, tetapi juga entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja sendiri.
Beliau menjelaskan bahwa pendidikan entrepreneurship bukan sekadar mata kuliah, melainkan fondasi hidup yang terintegrasi dalam seluruh kurikulum, penelitian, dan pengembangan solusi nyata bagi masyarakat.
Di tengah perkembangan pesat teknologi digital dan AI, Prof. Wirawan menekankan pentingnya adaptasi dan fleksibilitas.
“Jangan terpaku pada pola lama: lulus SMA SMK langsung kuliah lalu kerja di kantor. Saat ini, kerja bisa dilakukan dari mana saja, termasuk work from home atau bahkan ke luar negeri, dengan gaji yang besar, asalkan Anda memiliki kompetensi yang relevan,” ujarnya.
Era digital membuka peluang tak terbatas, di mana seseorang bisa menjadi praktisi, wirausaha, atau pencipta inovasi tanpa terikat lokasi fisik.
Prof. Wirawan juga membahas pengaruh AI secara positif, AI bukan pengganti manusia, melainkan alat bantu yang luar biasa. Manusia sebagai pencipta tetap lebih unggul karena memiliki kreativitas, empati, dan kemampuan memecahkan masalah secara holistik.
“Yang akan unggul adalah mereka yang mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, bukan yang takut atau menghindarinya. Kuasai AI sebagai partner, jangan sampai dikendalikan olehnya,” ujarnya, sejalan dengan pesan disiplin dan karakter kuat.
Beliau mendorong siswa untuk mengikuti passion dan bakat diri sendiri, sambil terus belajar adaptif. Dengan jiwa wirausaha yang dibangun sejak dini seperti kreativitas, inovasi, dan kemampuan solutif, generasi muda bisa menghadapi masa depan dengan percaya diri.
Universitas Ciputra sendiri terus bertransformasi dengan inisiatif seperti platform digital berbasis AI dan VR (Ciputra Education Digital eXperience/CEdX), ekosistem employability terintegrasi, serta kolaborasi global, untuk memastikan lulusan siap bersaing di level dunia.
Acara ini berhasil menginspirasi ratusan siswa untuk berpikir lebih luas, memilih jurusan sesuai potensi diri, mempersiapkan diri dengan disiplin dan kreativitas, serta memanfaatkan era digital sebagai peluang besar.
Semangat adaptasi, entrepreneurship, dan penguasaan teknologi, menjadi pesan utama dari Prof. Wirawan, untuk mencetak generasi emas Indonesia yang tidak hanya bertahan, tapi memimpin perubahan di masa depan dan membawa nama Indonesia semakin dikenal bangsa bangsa. (Rio)
