Jagal Mogok, RPH Surabaya Pastikan Stok Daging Sapi Tetap Aman

Jagal
Suasana RPH Pegirian. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Di tengah aksi mogok massal yang dilakukan para jagal di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, Manajemen PT RPH Perseroda Surabaya memastikan ketersediaan daging sapi bagi masyarakat masih dalam kondisi aman.

Direktur Utama PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu dengan adanya aksi mogok massal para jagal.

“Jadi yang pertama saya meminta maaf kepada masyarakat Surabaya. Karena akibat aksi mogok memotong sapi di (RPH) Pegirian, masyarakat agak kesulitan mendapatkan pasokan daging segar,” ujar Fajar, Selasa (13/1/2026).

Pihaknya memastikan stok daging di Kota Surabaya masih aman, dikarenakan pemotongan sapi masih berjalan di unit RPH Kedurus. Kebutuhan daging sapi di Surabaya mencapai sekitar 40 ton per hari.

Fajar juga memastikan bahwa masyarakat tetap dapat memperoleh daging sapi melalui outlet resmi RPH Surabaya maupun pasar tradisional.

“Kami masih punya RPH Surabaya unit Kedurus yang masih memotong sapi hari ini. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, tidak perlu panik,” tambahnya.

20240606 122036
Direktur Utama PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho memastikan stok aman, walaupun terjadi mogok massal. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Alasan Aksi Mogok Massal Jagal RPH

Sementara itu terkait aksi mogok massal para jagal RPH, Fajar menuturkan hal tersebut dipicu karena banyak para jagal yang merasa keberatan dipindah ke RPH Tambak Osowilangun (TOW).

Dirinya menegaskan yang berpindah hanyalah lokasi pemotongan, bukan pusat perdagangan daging. Sedangkan Pasar Arimbi sebagai sentra perkulakan daging di Surabaya lokasinya tetap.

“Jadi yang pindah adalah tempat pemotongannya saja. Pasar Daging Arimbi sebagai sentra perkulakan daging terbaik di Surabaya, tidak pindah. Lokasinya tetap di Pegirian, Jalan Arimbi,” paparnya.

Menurut Fajar, RPH TOW secara fasilitas telah siap beroperasi. Bahkan, fasilitas di sana lebih modern dibandingkan RPH Pegirian yang telah berusia hampir satu abad.

“TOW secara fungsi sudah siap, menampung 150 ekor sapi Brahman Cross (BX), kemudian 80 ekor sapi lokal, kemudian ada 28 unit handrail. Persis sama di RPH Pegirian, tidak ada yang berubah, bahkan tempatnya lebih representatif karena dibangun lebih modern dan IPAL-nya lebih maksimal,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page