Dugaan Malapraktik RS Ninditha Dibahas DPRD Sampang

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Mat Hari saat di wawancarai kabarterdepan.com setelah audiensi dugaan malapraktik RS Nindhita. (fais/kabarterdepan.com)
Mat Hari saat di wawancarai kabarterdepan.com setelah audiensi dugaan malapraktik RS Ninditha. (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Kasus dugaan malapraktik medis yang menyeret RS Ninditha dan sempat mengegerkan dunia kesehatan Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan publik.

Setelah berujung aksi unjuk rasa yang digelar Forum Madura Bersatu (Formabes) pada Senin (29/12/2025) lalu, kini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang akhirnya menindaklanjuti tuntutan audiensi dengan sejumlah pihak terkait.

Audiensi tersebut digelar pada Senin (12/1/2026) siang di lingkungan DPRD Kabupaten Sampang. Dalam pertemuan itu, DPRD Sampang menghadirkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sampang dr. Zakky Sukmajaya, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sampang dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, serta Direktur RS Ninditha dr. Abdul Kadir Munsy.

Tak hanya itu, pihak Formabes juga hadir secara lengkap sebagai perwakilan pasien yang diduga menjadi korban malpraktik.

Namun, pasien yang bersangkutan tidak tampak hadir dalam audiensi tersebut, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Audiensi Tertutup Disebut Permintaan RS Ninditha

Sekretaris Formabes, Mat Hari, mengungkapkan bahwa audiensi tersebut dilaksanakan secara tertutup atas permintaan dari pihak RS Ninditha.

“Audiensi dilakukan secara tertutup karena ada permintaan dari pihak RS Ninditha,” ujar Mat Hari kepada kabarterdepan.com, Senin (12/1/2026).

Mat Hari juga menyampaikan bahwa hingga audiensi berlangsung, belum ada titik temu atau solusi konkret terkait kasus dugaan malpraktik tersebut.

“Sampai hari ini kami masih belum menemukan jalan keluar. Permasalahan ini masih berkembang dan belum ada keputusan yang jelas,” tambahnya.

Sebagai perwakilan pasien, Formabes secara tegas meminta DPRD Kabupaten Sampang, khususnya Komisi IV, agar bersikap adil dan bijaksana dalam menyikapi persoalan yang dinilai menyangkut keselamatan dan hak pasien.

“Kami meminta DPRD Sampang, khususnya Komisi IV yang diketuai Bapak Mahfud, untuk bersikap adil dan bijaksana. Ini menyangkut nasib pasien,” tegas Mat Hari.

Saat ditanya mengenai kondisi terkini pasien, Mat Hari mengungkapkan bahwa kondisi pasien saat ini sangat memprihatinkan.

“Pasien saat ini tidak bisa beraktivitas normal. Bahkan ibarat untuk berjalan sekitar 10 meter saja sudah tidak mampu,” ungkapnya.

Namun, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan informasi sebelumnya yang sempat dirilis kabarterdepan.com pada Selasa (30/12/2025), terkait pemanggilan pasien oleh Polres Sampang untuk dimintai klarifikasi.

IMG 20260112 WA0144
Aksi unjuk rasa yang dilakukan Senin (29/12/2025) lalu (fais/kabarterdepan.com)

Dalam informasi yang dihimpun sebelumnya, pasien disebut tidak dapat hadir karena berada di luar kota dan sedang bekerja.

Menanggapi hal tersebut, Mat Hari langsung membantah keras informasi tersebut.

“Tidak benar itu. Untuk pemanggilan dari Polres, saya no comment. Yang jelas dalam permasalahan ini, pasien dan kami justru dilaporkan ke Polres,” tutupnya (fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page