SRRL Surabaya Raya Pakai Double Track At Grade, Bukan Jalur Layang

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono menjelaskan proyek SRRL saat ditemui di Gedung Negara Grahadi. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)
Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono menjelaskan proyek SRRL saat ditemui di Gedung Negara Grahadi. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com- Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono mengungkap jika proyek  Surabaya Regional Railway Line (SRRL) ini nantinya akan menggunakan jalur ganda (double track) dengan konsep pelebaran ke samping (at grade), bukan jalur layang.

“Jadi, satu jalur eksisting akan ditambah satu jalur baru di sampingnya, khusus untuk kereta listrik perkotaan SRRL,” kata Nyono, Jumat (9/1/2026).

Proyek SRRL

Untuk proyek SRRL ini anggaran yang dibutuhkan berkisar Rp5,4 triliun. Dana didapatkak dari pinjaman lunak luar negeri yang telah disetujui oleh Kementerian Keuangan. Untuk segmen pertama (Koridor 1A), rutenya adalah Gubeng–Wonokromo–Sidoarjo. Sedangkan segmen kedua (Koridor 1B) direncanakan dari Gubeng ke Pasar Turi.

“Namun yang akan direalisasikan terlebih dahulu adalah Koridor 1A, karena di Koridor 1B masih terdapat persoalan pembebasan lahan dan relokasi warga di sisi kanan dan kiri jalur rel,” tambahnya.

Berdasarkan kajian Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP), jumlah perjalanan harian mencapai hampir 300 ribu orang per hari, terutama dari wilayah Sidoarjo. Selain itu, koridor Pasar Turi–Lamongan–Babat, termasuk Gresik, juga memiliki potensi besar dengan sekitar 250 ribu perjalanan per hari.

Kontribusi APBD Jawa Timur nantinya lebih diarahkan pada penanganan perlintasan sebidang, termasuk penyesuaian jalur akibat pembangunan double track. Untuk operasional nanti akan diserahkan kepada PT KAI, tentu terlebih dahulu melalui penyesuaian menejemen.

“Saya yakin nantinya akan ada penyesuaian manajemen operasional, termasuk penyesuaian di stasiun-stasiun wilayah Jawa Timur,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page