
Jombang, kabarterdepan.com – Pengalaman baru dirasakan para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 di Desa Macilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kini, mereka mulai terbiasa mengikuti pembelajaran berbasis digital dengan memanfaatkan laptop dan smartboard di dalam kelas.
Bagi sebagian besar siswa Sekolah Rakyat, penggunaan perangkat teknologi dalam proses belajar mengajar menjadi hal yang pertama kali mereka rasakan. Namun demikian, metode pembelajaran digital justru membuat mereka lebih cepat memahami materi dan aktif mengikuti pelajaran.
Pantauan di sekolah, siswa terlihat fokus mengoperasikan laptop masing-masing sembari menyimak penjelasan guru yang ditampilkan melalui smartboard. Materi pelajaran dapat diakses secara langsung, sehingga interaksi antara guru dan siswa menjadi lebih hidup.
Sekolah Rakyat Menggunakan Laptop
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Andik Minarto, mengatakan bahwa pembelajaran digital memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa, khususnya dalam meningkatkan minat belajar.
“Bagi anak-anak, ini pengalaman baru. Mereka sangat antusias karena bisa belajar menggunakan laptop dan media digital lainnya,” ujar Andik, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, pembelajaran berbasis teknologi ini tetap dilakukan secara terkontrol. Penggunaan laptop disesuaikan dengan mata pelajaran dan didampingi oleh guru di kelas.
“Setelah pembelajaran selesai, laptop dikembalikan ke laboratorium komputer. Kami ingin anak-anak belajar menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” jelasnya.
Menurut Andik, sejauh ini siswa mampu beradaptasi dengan cepat meski sebagian besar baru pertama kali menggunakan perangkat digital untuk belajar.
“Alhamdulillah, tidak ada kendala berarti. Anak-anak cepat menyesuaikan diri dan semakin percaya diri saat mengikuti pembelajaran,” ungkapnya.
Pengalaman belajar digital ini juga dirasakan langsung oleh siswa. Ayu Sintia, siswi SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8, mengaku metode pembelajaran tersebut membuat materi lebih mudah dipahami.
“Belajar pakai laptop itu menyenangkan. Materinya lebih jelas dan tidak membosankan,” katanya.
Dengan pendekatan pembelajaran digital ini, berharap para siswa tidak hanya memahami pelajaran, tetapi juga memiliki bekal literasi digital untuk menghadapi tantangan di masa depan. (Karimatul Maslahah)
