Prioritas, Kemenkes Gerakkan Ribuan Relawan untuk Pulihkan Layanan Kesehatan di Sumatra

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Menkes RI Budi Gunawan Sadikin saat diwawancarai wartawan usai melakukan groundbreaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito, Kamis (8/1/2026). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)
Menkes RI Budi Gunawan Sadikin saat diwawancarai wartawan usai melakukan groundbreaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito, Kamis (8/1/2026). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunawan Sadikin menegaskan bahwa pemulihan layanan kesehatan pasca-bencana di Sumatra menjadi prioritas utama pemerintah.

Sebelumnya, tim Kemenkes bersama berbagai lembaga berhasil menghidupkan kembali rumah sakit dan puskesmas yang sempat lumpuh akibat banjir dan lumpur.

“Di Sumatra ada 87 rumah sakit. Saat bencana terjadi, sembilan rumah sakit berhenti total. Dalam dua minggu, semuanya sudah bisa menerima pasien kembali,” ujar Budi saat diwawancarai wartawan di RSUP Dr Sardjito, Kamis (8/1/2026).

Lebih dari sekadar perbaikan fisik, Kemenkes juga menggerakkan 4.100 relawan kesehatan dari seluruh Indonesia, termasuk UGM, Muhammadiyah, Dompet Dhuafa, Medical Science, Doctors Without Borders, dan Palang Merah Internasional.

Relawan ini membantu merawat masyarakat di desa terisolir dan pos pengungsian, yang jumlahnya mencapai 1.000 pos dan 300 ribu warga terdampak.

Selain itu, pemulihan puskesmas juga berjalan cepat. Dari 1.268 puskesmas, hanya empat yang belum bisa beroperasi sepenuhnya hingga akhir Desember.

“Meskipun ambulans dan beberapa alat kesehatan masih diperbaiki, hampir semua puskesmas sudah melayani pasien,” tambahnya.

Menkes Target Pemulihan Layan nasi Kesehatan di Sumatra

Kemenkes menargetkan pemulihan total rumah sakit dan puskesmas pada Maret 2026, termasuk penggantian ambulans, alat kesehatan, komputer, tempat tidur, dan mebel yang rusak. Total kebutuhan diperkirakan mencapai 500 miliar rupiah.

Budi menekankan bahwa keberhasilan pemulihan ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga semangat kolaborasi antar-lembaga dan tenaga kesehatan.

“Gotong royong dan koordinasi menjadi kunci agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan meski bencana melanda,” pungkasnya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page