
Jombang, kabarterdepan.com – Musim panen durian Wonosalam di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tahun ini tidak berjalan sesuai harapan. Cuaca ekstrem yang melanda wilayah lereng Gunung Anjasmoro menyebabkan sebagian besar tanaman durian mengalami gagal panen, sehingga agenda tahunan kontes durian terpaksa diundur.
Sejak awal masa pembungaan, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang membuat banyak bunga durian rontok sebelum berkembang menjadi buah. Kondisi tersebut diperparah cuaca yang tidak menentu, sehingga proses pembuahan terganggu.
“Bunga dan bakal buah rontok 90% lebih. Biasanya, Januari sudah mulai masak buah, tapi tahun ini sangat jauh berkurang,” ujar Sekretaris Asosiasi Pariwisata Jombang (ASPARJO), Jalaludin Hambali, Kamis (8/1/2026).
Akibat gagal panen ini, produksi durian di sejumlah desa di Wonosalam dipastikan menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Minimnya buah durian berdampak langsung pada pelaksanaan kontes durian yang selama ini menjadi agenda unggulan daerah sekaligus daya tarik wisata.
Kontes Durian Wonosalam
Kontes durian Wonosalam dilakukan pemunduran jadwal pelaksanaan karena jumlah dan kualitas buah belum memenuhi kriteria penilaian. Kontes tersebut rencananya akan digelar setelah kondisi panen dinilai memungkinkan.
“Insyaallah akan digelar pada bulan Oktober – November 2026 saat musim sela,” jelasnya.
Selain faktor cuaca, serangan hama juga turut memperparah kondisi kebun durian. Banyak buah muda yang membusuk dan gugur sebelum matang.
Petani berharap cuaca ke depan lebih bersahabat agar durian khas Wonosalam yang dikenal memiliki cita rasa unggul tetap bisa dipertahankan kualitasnya dan agenda tahunan daerah dapat kembali digelar seperti biasa. (Karimatul Maslahah)
