
Sampang, kabarterdepan.com – Kepolisian Resor (Polres) Sampang memberikan atensi serius terhadap kasus hilangnya satu unit mesin traktor milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang. Aset negara yang sejatinya diperuntukkan bagi kelompok tani tersebut dilaporkan raib pada penghujung tahun 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kabarterdepan.com, mesin traktor tersebut merupakan satu dari total 19 unit bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang rencananya akan segera disalurkan kepada kelompok tani.
Kehilangan diketahui terjadi pada Sabtu, (27/12/2025) lalu, di lingkungan kantor Disperta-KP Sampang.
Kasus ini sekaligus menambah catatan kelam pengamanan aset negara di instansi tersebut. Pasalnya, peristiwa serupa juga pernah terjadi sebelumnya pada 2 tahun lalu, tepatnya pada 8 Agustus 2024 di lokasi yang sama.
Hilangnya Mesin Traktor
Kasat Reskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim, membenarkan adanya laporan kehilangan mesin hand traktor tersebut. Fajri menegaskan bahwa saat ini pihaknya telah memulai proses penyelidikan secara mendalam.
“Laporan resmi sudah kami terima dan saat ini masuk tahap penyelidikan. Langkah awal, saya akan memanggil penyidik untuk melakukan pendalaman kasus secara menyeluruh,” ujar Iptu Nur Fajri Alim kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Sementara itu, Kepala Disperta-KP Kabupaten Sampang, Suyono, menyampaikan penyesalannya atas kembali terjadinya pencurian bantuan pertanian yang sangat dibutuhkan petani tersebut.
Suyono mengakui bahwa sistem pengamanan internal di instansinya perlu segera dilakukan evaluasi menyeluruh.
“Ini sudah kejadian kedua. Artinya, pengamanan yang ada belum sepenuhnya efektif dan harus kami perbaiki ke depannya,” ungkap Suyono.
Lebih lanjut, Suyono menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu diterbitkannya Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) dari Polres Sampang.
Dokumen tersebut dinilai penting sebagai dasar administrasi, agar sisa unit mesin traktor yang masih tersedia dapat segera disalurkan kepada kelompok tani penerima manfaat.
“Kami ingin memastikan kebutuhan petani tidak terganggu lebih lama akibat insiden kriminal ini. Setelah administrasi lengkap, penyaluran bantuan akan segera kami lanjutkan,” pungkasnya.
Kasus hilangnya mesin traktor bantuan ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat segera terungkap, demi menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan program bantuan pertanian tepat sasaran di Kabupaten Sampang. (Fais)
