
Mojokerto, Kabarterdepan.com –
Penemuan sesosok jasad perempuan di aliran Sungai Brantas menghebohkan warga Kota Mojokerto. Korban ditemukan mengapung di sungai tanpa identitas diri, sehingga memicu perhatian warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi penemuan, Minggu (4/1/2026) siang.
Awalnya, jasad perempuan tersebut terlihat warga saat mengapung di sekitar Dam Pageruyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, sekitar pukul 10.00 WIB. Namun derasnya aliran Sungai Brantas membuat tubuh korban terus hanyut hingga akhirnya mencapai kawasan Jogging Track Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Kondisi arus sungai yang cukup kuat membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara cepat. Tim gabungan baru berhasil mengangkat jasad korban sekitar pukul 11.05 WIB dengan bantuan jet ski milik warga.
Proses evakuasi melibatkan PMI Kota Mojokerto, BPBD Kabupaten Mojokerto, serta relawan yang turut membantu di lokasi.
Terbawa Arus Sungai Brantas
Agen Informasi Bencana BPBD Jawa Timur, Achmad Kurniawan, membenarkan penemuan jasad tersebut. Ia menjelaskan, laporan awal diterima dari masyarakat yang melihat adanya mayat mengapung di Dam Pageruyung sebelum akhirnya terbawa arus ke wilayah Kota Mojokerto.
“Karena arus sungai cukup deras, mayat terbawa hingga ke wilayah Kota Mojokerto,” kata Wawan sapaan akrabnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dan tidak membawa identitas apa pun. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna ungu dengan kondisi tubuh terbentang di permukaan air.
Petugas juga menemukan bekas jahitan operasi sesar di bagian perut korban. Temuan ini menjadi salah satu petunjuk penting yang akan digunakan dalam proses identifikasi untuk mengungkap identitas serta latar belakang korban.
Usai dievakuasi, jasad perempuan tersebut langsung dibawa ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan medis dan identifikasi lebih lanjut. (*)
