
Hiburan, Kabarterdepan.com – Bioskop Tanah Air akan diramaikan deretan film Indonesia terbaru yang tayang sepanjang Januari 2026.
Menghadirkan beragam genre mulai dari drama keluarga, komedi romantis, hingga horor dan horor-komedi, sejumlah film Indonesia seperti Suka Duka Tawa, Musuh Dalam Selimut, Esok Tanpa Ibu, hingga Sebelum Dijemput Nenek siap menjadi pilihan tontonan penonton di awal tahun. Berikut ini sinopsis dan sederet judul film Indonesia terbaru.
Daftar Film Indonesia Tayang Januari 2026
SUKA DUKA TAWA
Tawa (Rachel Amanda), seorang komika muda, meraih popularitas dengan menjadikan kisah pahit masa kecil dan aib ayahnya—Pak Keset (Teuku Rifnu Wikana), pelawak senior yang menelantarkannya—sebagai materi stand-up. Popularitas Tawa melonjak, sementara karier Pak Keset justru hancur.
Ketika akhirnya Tawa bertemu lagi dengan sang ayah, sang ayah rela membuka semua aibnya demi membantu Tawa. Hubungan keduanya perlahan mencair, hingga Tawa menemukan sisi ayah yang tak pernah ia ketahui.
Di tengah semua itu, Tawa tidak sendirian. Ia dikelilingi sahabat-sahabatnya yang absurd, kocak, dan penuh tingkah—teman seperjuangan yang selalu setia mendampingi, bahkan menertawakan beratnya hidup bersama-sama. Dari mereka, Tawa belajar bertumbuh, menemukan keberanian, dan mengubah luka menjadi tawa.
MUSUH DALAM SELIMUT
Bagi Gadis (Yasmin Napper), Suzy (Megan Domani) bukan sekadar tetangga—ia adalah sahabat yang selalu ada, terutama sejak Gadis mengandung anak pertamanya. Namun kehangatan itu perlahan berubah menjadi tanda-tanda ganjil yang tak bisa diabaikan. Sikap manis Suzy terasa terlalu sempurna, perhatian kecilnya terlalu sering, dan batas-batas persahabatan mulai mengabur.
Ketika suaminya, Andika (Arbani Yasiz), ikut terseret dalam kedekatan yang janggal itu, kecurigaan Gadis berubah menjadi ketakutan. Ada sesuatu yang menyamar sebagai kasih sayang, namun ternyata lebih kejam dari sekadar pengkhianatan.Disaat perhatian berubah menjadi ancaman, masih adakah yang bisa dipercaya?
UANG PASSOLO
Biba (Mashita Asapa), guru beranggaran minim, dan Rizky (Imran Ismail), videografer pernikahan yang sedang terpuruk, bermimpi menggelar pesta pernikahan sederhana untuk memulai hidup bersama. Namun, rencana mereka terhambat oleh keluarga Biba yang sadar status. Demi mengedepankan gengsi sosial dan harapan mendapatkan banyak uang passolo, keluarga Biba bersikeras mengadakan pesta mewah.
Seiring persiapan pernikahan, Biba dan Rizky terperangkap dalam pusaran kekacauan dan kekonyolan. Mulai dari daftar tamu yang membludak, desakan penggunaan dekorasi dan catering yang mahal hingga elekton dua malam. Keluarga mereka tak henti ikut campur tangan.
Akibatnya, impian pernikahan sederhana mereka terancam pupus. Belum lagi impian Biba untuk membangun rumah untuk ibu, yang telah tanpa pamrih mengorbankan kebahagiaannya sendiri demi kesejahteraan Biba. Mimpi ini semakin rumit ketika mendapati kenyataan tanah mereka harus digadaikan untuk menutupi biaya pernikahan yang selangit.
Di tengah tekanan dan keterbatasan finansial, cinta mereka menjadi pegangan, mengingatkan keduanya akan hal yang paling penting – cinta, tawa, dan menemukan cara untuk berkompromi. Biba dan Rizky bertekad untuk menemukan cara menghormati nilai-nilai mereka dan menciptakan pernikahan yang bermakna yang mencerminkan cinta mereka.
Perjalanan mereka penuh dengan momen mengharukan, kecelakaan lucu, dan komentar sosial, ketika mereka berusaha menavigasi kompleksitas ekspektasi keluarga, tanggung jawab keuangan, dan arti kebahagiaan sejati.
BIDADARI SURGA
TAUFAN (Rey Mbayang), YouTuber kaya dan terkenal dengan konten kontroversialnya, tiba-tiba jatuh hati pada NADIA SUCININGRUM (Dinda Hauw), putri seorang kiai (Indro Warkop) yang taat dan berprinsip, yang menolak keras permintaan Taufan untuk melepas hijab demi sebuah video.
Bukannya tertampar, ketegasan Nadia malah membuat Taufan tertarik, mendorongnya untuk serius mengejar meski latar belakang mereka sangat berbeda. Dalam upaya mendapatkan hati Nadia dan restu ayahnya, Taufan memulai perjalanan yang tak terduga bagi dirinya.

ESOK TANPA IBU
Rama (Ali Fikri) yang tak sejalan dengan Ayahnya (Ringgo Agus Rahman), dan hanya dekat dengan Ibunya (Dian Sastrowardoyo) harus menghadapi situasi sulit ketika Ibunya jatuh koma.
Saat mulai terpuruk, Rama menemukan bantuan tak terduga dalam i-BU: sebuah AI ciptaan temannya yang membuat Rama bisa melihat wajah, suara, dan bahkan menjadikan AI tersebut alat bantu untuk merangsang kerja otak Ibunya. Bisakah Rama mengobati kesepian dan menyembuhkan Ibunya lewat bantuan AI?
SEBELUM DIJEMPUT NENEK
Hestu (Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto) adalah saudara kembar. Hestu merantau ke kota, sementara Akbar tinggal di kampung bersama Nenek. Hubungan Hestu dengan keluarganya retak hingga ia bersumpah hanya akan pulang jika Nenek meninggal.Ucapan jadi kenyataan.
Nenek wafat tepat pada hari keramat, Sabtu Wage bulan 6 tanggal 6, jam 6. Konon, siapa pun yang meninggal di hari itu akan gentayangan sampai ada yang menemaninya ke alam baka. Sejak saat itu, arwah Nenek memburu Hestu dan Akbar untuk ikut bersamanya.
Teror semakin menjadi-jadi, memaksa dua bersaudara ini mencari cara menghentikannya termasuk membuat kekacauan di desa demi mencari “pendamping” bagi Nenek di alam baka. Mampukah mereka selamat dari jeratan arwah Nenek?
TUHAN, BENARKAH KAU MENDENGARKU?
Sarah (Revalina S. Temat) menjalani hidup yang tampaknya sempurna bersama suaminya, Satrio (Gunawan Sudrajat), dan putri mereka, Laila (Annisa Kaila) Namun dunianya runtuh ketika Satrio meminta izin untuk menikah lagi dengan Annisa (Megan Domani), resepsionis mudanya.
Sarah menolak permintaan itu dan memilih bercerai, tetapi ia harus menghadapi patah hati, omongan buruk, dan hubungan yang makin renggang dengan Laila. Bertekad untuk bangkit, Sarah memulai usaha kecil membuat dan merancang scarf, didukung oleh sahabat-sahabat setianya. Saat dunianya mulai pulih, Satrio jatuh sakit parah, memaksa Sarah membawa Satrio dan Annisa kembali tinggal di rumahnya.
Sarah harus menghadapi dunia baru yang penuh ketegangan, kecemburuan, dan hal-hal baru yang memaksa sarah untuk memaafkan luka terdalamnya. Kehadiran Satrio dan Annisa memaksa Sarah belajar memaafkan dan memperbaiki hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk Laila. Namun mampukah Sarah melewati ujian ini dengan keteguhan dan doa?
Itulah deretan film Indonesia yang dijadwalkan tayang pada Januari 2026. Selamat menyaksikan. (*)
