
Kota Mojokerto,Kabar Terdepan.com- Kebijakan pemerintah yang melarang masyarakat menyalakan kembang api saat malam tahun baru tidak membuat para pedagang kembang api kehilangan omset.
Sebaliknya, pedagang kembang api di Pasar Tanjung, Kota Mojokerto, mengaku penjualan di momen tahun baru ini lebih ramai dibanding tahun lalu.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari, dengan sejumlah lapak kembang api ramai diserbu pembeli yang ingin memeriahkan malam pergantian tahun.
Kembang api yang dijual di Pasar Tanjung Anyar hadir dengan beragam jenis dan ukuran. Pedagang memanfaatkan momen akhir tahun ini untuk menawarkan berbagai pilihan, mulai dari yang berukuran kecil hingga kembang api panjang yang biasa digunakan saat perayaan besar.
“Ada kenaikan harga dan bervariasi. Kembang api kretek Rp 5 ribu rupiah, petasan biasa Rp 8 ribu, sedangkan yang panjang isi 8, 4 batang harganya Rp 60 ribu,” ujar Slamet salah satu penjual di pasar tanjung anyar Kota Mojokerto, Rabu (31/12/2025).

Slamet menambahkan, lonjakan pembeli terjadi dalam waktu singkat, terutama menjelang malam, sehingga beberapa pedagang mengaku kehabisan stok lebih cepat dari perkiraan.
“Penjualan kembang api tahun ini sangat ramai dan sampai habis. Ada 10 sampai 12 pembeli, dan saya mulai berjualan sejak sore tadi,” imbuh Slamet.
Warga Kota Mojokerto Berburu Kembang Api
Meningkatnya minat beli juga dirasakan oleh masyarakat yang datang ke pasar. Jumlah penjual yang terbatas justru membuat pembeli harus berkeliling lebih lama untuk mendapatkan barang yang diinginkan.
Rafi, salah satu pembeli, mengungkapkan bahwa dirinya sempat kesulitan. Ia menilai kondisi tahun ini berbeda karena jumlah penjual berkurang, sementara peminat justru meningkat dibandingkan tahun lalu. (Ezra)
