
Mojokerto, Kabarterdepan.com –
Menjelang pergantian tahun 2025-2016 kawasan wisata alam di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kembali menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin merayakan malam tahun baru dengan suasana sejuk dan dekat dengan alam.
Salah satu destinasi yang paling diminati adalah wisata Alas Veenuz, yang dikenal dengan konsep camping ground di tengah alam terbuka.
Sejak sepekan menjelang malam pergantian tahun, aktivitas pengunjung di Alas Veenuz mulai meningkat. Pengelola pun melakukan sejumlah persiapan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan, terutama karena perayaan tahun baru tahun ini bertepatan dengan musim hujan.
Pengelola wisata Alas Veenuz, Puguh Ega mengatakan, fokus utama saat momen tahun baru adalah memaksimalkan fasilitas camping, mengingat ratusan pengunjung telah memesan tempat camping di area hutan pinus ini.
“Tahun baru yang pasti kita maksimalkan dan memprioritaskan tenda camping. Tujuannya agar pengunjung bisa nyaman meskipun di situasi hujan,” kata Ega, Rabu (31/12/2025) pagi.
Menurut Ega, antusiasme masyarakat cukup tinggi, namun pihak pengelola tetap membatasi jumlah pengunjung. Kapasitas maksimal yang diperbolehkan berkisar antara 800 hingga 900 orang. Pembatasan ini dilakukan demi menjaga kenyamanan serta keselamatan pengunjung selama berada di area wisata.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pengelola juga berkoordinasi dengan petugas parkir dan menerapkan sistem pengaturan pintu masuk.
“Kita kordinasi dengan petugas parkir agar tidak memarkirkan kendaraan pengunjung di timur jalan dan yang kedua kalau memang pengunjung penuh akan buka tutup pintu masuk,” tambahnya.
Camping Ground Alas Veenuz
Camping ground masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang menghabiskan malam pergantian tahun di Alas Veenuz. Lanjut Ega, fasilitas lain juga tetap diminati, terutama oleh keluarga yang datang bersama anak-anak.
“Yang menjadi favorit tetap camping ground. Tapi tidak menutup kemungkinan banyak juga yang datang ke playground dan kolam renang anak,” jelasnya.
Tingginya minat pengunjung juga terlihat dari sistem pemesanan yang sudah penuh sejak jauh hari. Ega menyebut, pemesanan mulai ramai sejak tujuh hari sebelum malam tahun baru.
“Terkait booking yang pasti H-7 sebelum hari H sudah banyak yang memesan. Untuk saat ini yang masuk harus membawa tenda sendiri,” imbuhnya.

Pada momen khusus malam tahun baru, pengelola juga menerapkan penyesuaian harga tiket masuk. Teradapat kenaikan harga hingga 100 persen, namun terdapat fasilitas makan bagi pengunjung dan adanya event demo masak yang dihadiri oleh Chef Syahril, jebolan MasterChef Indonesia Season 10.
“Ada juga ada perbedaan harga. Yang awalnya Rp30.000 di malam tahun baru menjadi Rp120.000,” tambahnya.
Sementara itu, terkait kebijakan pemerintah yang melarang pesta kembang api, pihak Alas Veenuz memastikan akan mematuhi aturan yang berlaku.
“Tetapi ada solusinya yaitu memakai party popper walaupun tidak meledak seperti kembang api, tapi menyerupai pesta ulang tahun,” tuturnya.
Dengan konsep wisata alam yang sederhana namun tertata, wisata alam ini kembali menjadi pilihan favorit masyarakat untuk menyambut tahun baru. Suasana alam, udara sejuk, serta pengalaman bermalam di alam terbuka menjadi alasan utama wisata ini selalu dipadati pengunjung setiap pergantian tahun. (*)
