
Sleman, kabarterdepan.com – Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono memberikan pembaruan mengenai situasi terkini di Yogyakarta saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Saat ditemui usai jumpa pers akhir tahun di Hotel Merapi Merbabu di Seturan, Sleman, DIY yang dilakukan pada Selasa, 30 Desember 2025, ia menjelaskan bahwa momen libur kali ini berlangsung kondusif. Kapolda DIY berharap tidak ada insiden yang membuat citra buruk pariwisata di Yogyakarta.
Keamanan ini disebutnya tercipta berkat berbagai langkah preventif yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan kolaborasi dengan masyarakat setempat.
Sukartono mengungkapkan bahwa 22 pos pengamanan yang dibangun di titik-titik strategis Yogyakarta dalam mengatasi kerawanan yang mungkin timbul.
Pos-pos ini dibangun di lokasi-lokasi yang diprediksi berpotensi terjadi kemacetan, kriminalitas, atau bencana.
“Ini sudah dipersiapkan selama satu bulan, kemudian kami melakukan latihan. Kemarin hasil pantauan saya selama empat hari di lapangan, sampai ke Gunungkidul, titik-titik yang diisukan akan terjadi kemacetan tidak terjadi,” ujar Kapolda DIY.
Selain itu, Kapolda juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mengunjungi beberapa kawasan wisata yang sempat viral di media sosial karena potensi kerawanan.
Citra Wisata di Yogyakarta
Ia memberikan imbauan kepada para pengelola dan pemilik tempat wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul untuk memperhatikan keselamatan pengunjung, seperti memperbaiki pagar yang terlalu pendek untuk mencegah kecelakaan. Hal itu disebutnya bisa merusak citra wisata di Yogyakarta.
“Saya sudah datangi (wisata pantai) dan saya imbau pengelola atau pemilik untuk memperhatikan kerawanan seperti pagar pendek, agar tidak terjadi kecelakaan,” tambahnya.
Kapolda DIY juga menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga situasi yang aman.
Ia menyatakan bahwa informasi yang jelas kepada masyarakat menjadi sangat penting untuk mencegah ketidaktahuan yang dapat menyebabkan kepanikan.
Pihak kepolisian aktif menginformasikan kepada masyarakat melalui berbagai media agar mereka lebih sadar dan menghindari kerumunan di titik-titik rawan seperti Malioboro.
“Kami sering memberitahu dan menginformasikan kepada masyarakat agar tidak terjadi ketidaktahuan masyarakat terhadap situasi di Jogja,” jelasnya.
Mengenai sektor wisata, Irjen Pol Anggoro Sukartono menyebutkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Malioboro tercatat mencapai 24 ribu orang per hari, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada malam tahun baru, 31 Desember hingga 1 Januari.
Meskipun jumlah kunjungan fluktuatif, pihak kepolisian terus memantau agar arus wisatawan tetap terkontrol dan tidak menimbulkan masalah keamanan.
Di sektor perhotelan, meskipun terdapat sedikit penurunan okupansi hotel menurut data dari PHRI, Kapolda DIY mencatat adanya peningkatan jumlah tamu di guest house dan penginapan.
Ia melihat hal ini mungkin dipengaruhi oleh informasi yang tersebar mengenai kota Yogyakarta yang aman dan tertib. “Informasi yang sampai kepada masyarakat memecah kepadatan, yang awalnya khawatir tentang Kota penuh, menjadi lebih terinformasi,” katanya.
Angka Kecelakaan Lalu Lintas Turun
Selain itu, Kapolda juga melaporkan adanya penurunan kasus kecelakaan lalu lintas, terutama di kawasan rawan seperti Tanjakan Pinus.
Sebelumnya, kawasan ini sering menjadi lokasi kecelakaan berat, namun tahun ini kecelakaan yang terjadi lebih sedikit dan kebanyakan hanya luka ringan.
“Laka lantas di Tanjakan Pinus, yang biasanya sampai sembilan kasus luka berat, sekarang hanya luka ringan, itu pun mayoritas akibat kelalaian pengendara motor,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Kapolda DIY menyatakan bahwa semua upaya yang dilakukan telah berhasil menjaga keamanan dan kenyamanan di Yogyakarta.
Ia berharap bahwa kerja sama antara kepolisian, masyarakat, dan seluruh elemen terkait dapat terus ditingkatkan untuk menjaga agar Yogyakarta tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman.
“Keamanan dan kenyamanan adalah prioritas kami. Kami akan terus bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar situasi di Jogja tetap kondusif,” tutupnya.
Dengan situasi yang semakin kondusif dan sistem pengamanan yang semakin baik, Yogyakarta kini siap menghadapi tantangan apapun, terutama di masa-masa puncak liburan dan perayaan tahun baru. (Hadid Husaini)
