
Bekasi, Kabarterdepan.com – Fenomena busa di aliran Kali Bekasi kembali terjadi, memicu kekhawatiran masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi dan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) melakukan susur sungai untuk mencari sumber pencemar.
Kegiatan ini bertujuan memantau kondisi fisik air, mengidentifikasi titik-titik pencemaran, dan mengumpulkan data lapangan. “Kami melakukan susur sungai untuk memastikan kondisi lapangan dan mengambil langkah cepat,” kata Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, Selasa (30/12/2025).
Belum ditemukan sumber pencemar di Kali Cileungsi, namun penelusuran terus dilakukan. DLH Kota Bekasi akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat untuk pengawasan kualitas air sungai lintas wilayah.
Masyarakat dan pelaku usaha diimbau menjaga kelestarian lingkungan dan tidak membuang limbah ke badan air.
“Sungai adalah sumber kehidupan yang harus kita jaga bersama,” tambah Kiswatiningsih.

Keterangan KP2C
Sementara itu, Ketua KP2C Puarman yang turut hadir di lapangan menyampaikan bahwa dari hasil pantauan sementara, belum ditemukan sumber pencemar di aliran Kali Cileungsi.
“Berdasarkan hasil susur sungai hari ini, kami belum menemukan sumber pencemar di Kali Cileungsi. Namun penelusuran akan terus dilakukan, termasuk dengan menggali informasi dari warga sekitar,” ujar Puarman di lokasi kegiatan.
Menjaga kualitas air sungai merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri, serta masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan regulasi, pemantauan dan penegakan hukum, serta partisipasi aktif masyarakat dengan tidak membuang sampah dan limbah ke sungai serta mengelola limbah rumah tangga secara benar.
Dengan sinergi tersebut, diharapkan sungai tetap bersih dan lestari bagi generasi mendatang, sekaligus meminimalisir terulangnya fenomena serupa dan meningkatkan kualitas lingkungan perairan di Kota Bekasi. (Yanso)
