Puluhan Sopir Bus di Mojokerto Jalani Tes Urine dan Ram Cek Jelang Libur Nataru 2026

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Petugas melakukan pengecekan tes urine ke salah satu sopir bus. (Redaksi/kabarterdepan.com)
Petugas melakukan pengecekan tes urine ke salah satu sopir bus. (Redaksi/kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com –
Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pengawasan terhadap keselamatan transportasi umum diperketat di Terminal Kertajaya Mojokerto. Puluhan sopir dan kru bus menjalani rangkaian pemeriksaan, mulai dari ram cek kendaraan, tes urine, hingga pemeriksaan kesehatan, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi lintas sektor, di antaranya Dinas Perhubungan Jawa Timur, BNN Kota Mojokerto, Satreskoba Polres Mojokerto Kota, Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Polisi Militer, serta instansi terkait lainnya.

Kepala BNN Kota Mojokerto Agus Sutanto menjelaskan, langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode libur panjang.

“Hari ini kami melakukan pemeriksaan driver terkait narkotika, kesehatan, kelayakan kendaraan serta surat-surat kendaraan agar libur Nataru berjalan lancar dan aman,” ujarnya.

Hasil Tes Urine

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi BNN Kota Mojokerto dengan Satreskoba Polres Mojokerto Kota, Dishub, Dinkes, serta Kesbangpol sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna transportasi umum.

“Hasil tes urine terhadap 50 driver dan kru kendaraan seluruhnya negatif. Namun, ada beberapa sopir yang kondisinya kurang fit saat pemeriksaan kesehatan,” tambahnya.

Agus juga menegaskan bahwa penggunaan narkotika oleh pengemudi sangat berisiko dan membahayakan keselamatan penumpang.

“Efek narkotika hanya bersifat stimulasi sementara. Jika efeknya habis, itu sangat membahayakan, apalagi sopir membawa banyak penumpang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Operasional Unit Pelaksana Teknis Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ahmad Yazid, menyampaikan bahwa pemeriksaan kendaraan difokuskan pada aspek kelayakan teknis dan kelengkapan administrasi.

“Semua kendaraan layak jalan. Hanya ditemukan KPS yang masih dalam pengurusan serta lampu sein yang tidak menyala dan sudah diberikan teguran,” jelasnya.

Di sisi lain, salah satu sopir bus, Tapik Susanto, mengaku menyambut positif kegiatan pemeriksaan tersebut.

“Kegiatan ini sangat diperlukan demi keselamatan penumpang. Alhamdulillah hasil tes saya negatif dan kondisi sehat,” katanya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page