Fokus Masalah Tematik, Tim Ekspedisi Patriot UGM Sampaikan Potensi 14 Kawasan Transmigrasi

Avatar of Redaksi
Tim Ekspedisi Patriot UGM
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menyampaikan temuan terkait ootensi di 14 kawasan transmigrasi. (UGM for kabarterdeoan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM sampaikan temuan potensi 14 kawasan transmigrasi berdasarkan validasi data dan pemetaan potensi kawasan di berbagai wilayah di Indonesia.

Dari 154 lokasi yang ditinjau terdapat 14 lokasi transmigrasi dengan melibatkan 10 Fakultas dan 4 Pusat Studi melalui pengiriman talenta muda. Ekspedisi ini juga merupakan gagasan dari Kementerian Transmigrasi RI.

Adapun beberapa daerah diantaranya yang ditemukan oleh tim ekspedisi Patriot UGM ada di Muting, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan; Trans Gane, Maluku Utara; Bena, Timor Tengah Selatan (TTS); Transmigrasi Hialu, Konawe Utara; Mentebah, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat; Muara Sahung, Kaur, Bengkulu; dan Babahrot–Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Arie Sujito menjelaskan bahwa validasi data lapangan merupakan landasan utama agar peran transmigrasi sebagai instrumen pembangunan tidak kehilangan relevansinya.

Melalui 58 tim yang tersebar di 14 lokasi, UGM berfokus pada analisis tematik mulai dari potensi ekonomi hingga mitigasi konflik sosial.

“Kita memiliki spirit dengan memiliki cara pandang dan perspektif baru melalui rekomendasi strategis berbasis bukti. Ini penting agar laporan yang telah disusun menjadi basis pemerintah dalam mengambil keputusan,” jelasnya.

Hasil Tim Ekspedisi Patriot UGM

Selaku koordinator TEP UGM mengatakan kegiatan pengabdian yang berlangsung selama kurang lebih 120 hari ini menghasilkan luaran buku Transformasi, Transmigrasi, Dampak Sosial, Peluang dan Tantangan.

Hasil kajian yang dibukukan ini nantinya akan digunakan sebagai evidentiary basis dalam perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan kawasan transmigrasi ke depan.

UGM menurutnya telah menegaskan perannya sebagai institusi akademik yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam penguatan kebijakan pembangunan nasional berbasis riset. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page