
Sampang, kabarterdepan.com – Penampilan dua siswi SMA Negeri 1 Sampang dalam rangkaian aksi bakti sosial Paguyuban Combodug Sampang (PCS) di Alun-alun Trunojoyo, Sampang, Sabtu (20/12/2025) malam, menjadi dia srikandi pelestari budaya.
Keduanya bukan sekadar penari, namun juga pengelola sanggar tari tradisional Denaya, di usia yang masih sangat muda. Dua siswi SMAN 1 Sampang kelas X Merdeka 2, Desi Luluk Sofia dan Ayudia Indah Kirana, tampil membawakan Tarian Tradisional.
Pelestari Budaya
Di tengah minimnya minat remaja terhadap seni tradisional, Desi dan Indah justru memilih mengelola sanggar tari sebagai ruang belajar dan pelestarian budaya. Langkah ini dinilai langka dan patut diapresiasi.
“Kami ingin memberikan kontribusi, meskipun kecil. Setidaknya, melalui apa yang kami miliki, kami bisa ikut berkontribusi dan berbagi,” Ungkap Desi.
Penampilan keduanya mendapat respons positif dari masyarakat yang memadati Alun-alun Trunojoyo. Aksi budaya ini sekaligus menegaskan bahwa pelestarian seni tradisional dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial.

Keterlibatan aktif pelajar SMA dalam mengelola sanggar tari menjadi harapan baru bagi keberlanjutan budaya Madura di Kabupaten Sampang, dengan Gen Z sebagai garda terdepan pelestari budaya lokal. (Fais)
