
Mojokerto, KabarTerdepan.com – Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal khusus bagi perkumpulan guru-guru Kristen se-Kota Mojokerto berlangsung di Gereja GEPEKRIS, Kota Mojokerto pada Jumat (19/12/2025).
Acara ini KKR Natal menghadirkan Pendeta Aludin Yauw sebagai pengkotbah utama dengan tema yang menyentuh hati, “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang mengajak ratusan jemaat yang berprofesi sebagai guru untuk merenungkan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah yang tak terbatas kepada umat manusia.
Dalam khotbahnya, Pendeta Aludin Yauw mengawali dengan merujuk pada Yohanes 3:16, berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, Allah tidak dipaksa, melainkan secara sukarela menjadi manusia dalam rupa Yesus Kristus, bahkan saat manusia masih hidup dalam dosa. Yesus merendahkan diri-Nya menjadi hamba, taat hingga mati di kayu salib, demi memenuhi keadilan Allah yang suci sekaligus membuka jalan keselamatan bagi umat manusia.” ujar Aludin
Pendeta Aludin lebih lanjut mengilustrasikan dengan tegas, “Jika Allah datang dengan kemuliaan penuh kuasa, disertai pasukan malaikat berlaksa-laksa, semua orang mungkin akan bertobat karena ketakutan belaka. Namun, cara seperti itu tidak akan memenuhi tuntutan keadilan ilahi terhadap dosa.”

Pendeta Aludin menambahkan, “Sebaliknya, pengorbanan sukarela Yesus di kayu salib menjadi satu-satunya jalan penyelamatan yang sempurna, karena Yesus mati bukan karena dipaksa, melainkan karena Ia sendiri menyerahkan nyawa-Nya.”
Ia juga mengingatkan jemaat akan keseriusan Allah terhadap dosa, “Sebagaimana tergambar dalam penghakiman atas kota Sodom yang dihancurkan oleh murka ilahi.” Pendeta Aludin Yauw menekankan, “Kasih Allah bukanlah kasih yang murah atau permisif, melainkan kasih yang adil dan rela berkorban demi menebus manusia yang tidak layak.”
KKR Natal Jadi Momen Rohani
Acara yang dihadiri sekitar 234 guru ini ditutup dengan doa syukur yang mendalam, pertunjukan dan hiburan dalam merayakan dan memohon agar cinta Allah yang begitu besar itu terus menginspirasi kehidupan para peserta. KKR Natal ini menjadi momen rohani yang menyegarkan, mengajak para guru untuk hidup sebagai hamba yang melayani serta menghayati makna sejati Natal: Allah hadir di tengah dunia yang berdosa untuk menyelamatkan dan memulihkan umat-Nya. (Rio)
