Baznas Blora Santuni 1.000 Anak Yatim, Gastra Jadi Motor Kepedulian Sosial

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Penyerahan bantuan oleh Ketua DPRD Blora, Mustofa didampingi Bupati Blora, Arief Rohman. (Rengga/kabarterdepan.com)
Penyerahan bantuan oleh Ketua DPRD Blora, Mustofa didampingi Bupati Blora, Arief Rohman. (Rengga/kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com – Sebanyak 1.000 anak yatim menerima santunan dari Baznas Blora melalui Gerakan Subuh Sejahtera (Gastra) dalam kegiatan Sedekah Subuh yang digelar di Pendopo Kabupaten Blora, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta lembaga pengelola zakat. Momentum ini sekaligus menjadi penanda awal pelaksanaan program Sedekah Subuh yang baru saja diluncurkan Baznas Blora pada penghujung tahun 2025.

Ketua Baznas Kabupaten Blora, Sutaat, menjelaskan bahwa santunan anak yatim kali ini merupakan kegiatan perdana sejak program Sedekah Subuh resmi diperkenalkan kepada masyarakat.

“Hari ini kegiatan santunan anak yatim sejumlah 1.000 anak. Ini dari program Sedekah Subuh, dan program santunannya baru kali ini karena memang launching Sedekah Subuh baru di bulan November–Desember kemarin,” ujar Sutaat.

IMG 20251218 WA0097
Bupati Blora, Arief Rohman memberikan sambutan. (Rengga)

Program Sedekah Subuh sendiri digagas sebagai upaya menumbuhkan kebiasaan berbagi sejak waktu subuh, dengan harapan dapat menguatkan solidaritas sosial serta memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Sutaat juga memaparkan capaian dana yang berhasil dihimpun dari Sedekah Subuh hingga saat ini, yakni sebesar Rp132 juta. Namun, jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan ideal santunan untuk 1.000 anak yatim.

“Tadi sudah disampaikan, seratus tiga puluh dua juta itu untuk 1.000 anak yatim. Jadi per anak idealnya Rp300 ribu, berarti kita butuh sekitar Rp300 juta,” jelasnya.

Anggaran Baznas Blora

Untuk menutup kekurangan dana, Baznas Blora melakukan penyesuaian dengan memanfaatkan alokasi anggaran lain yang masih relevan dengan tujuan sosial.

“Kekurangannya kita backup dari alokasi untuk beasiswa siswa tidak mampu yang ada di Dinas Pendidikan,” lanjut Sutaat.

Ia menambahkan, dukungan terbesar dalam pelaksanaan program ini berasal dari lingkungan Dinas Pendidikan. Kontribusi tersebut diperkuat melalui Gerakan Subuh Sejahtera (Gastra) yang selama ini aktif mendorong partisipasi berbagai pihak dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Baznas Blora berharap kegiatan santunan ini tidak hanya berhenti sebagai acara seremonial, tetapi menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menjalankan program Sedekah Subuh.

Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Blora, Baznas menargetkan gerakan ini dapat terus berjalan secara konsisten dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Ke depan, Sedekah Subuh diharapkan mampu menjadi gerakan bersama masyarakat Blora dalam menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya bagi anak yatim dan warga kurang mampu, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat. (Rga)

Responsive Images

You cannot copy content of this page