FGD Pengembangan Pariwisata Kota Mojokerto, Ning Ita Dorong Kreatifitas SDM

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Screenshot 20251215 234905
FGD pengembangan pariwisata Kota Mojokerto. (izhah/kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pembangunan daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Kepariwisataan yang digelar di Gedung Co Working Space Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Senin (15/12/2025).

FGD ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan pariwisata, mulai dari pengelola hotel, pelaku ekonomi kreatif, pengusaha travel, pengelola destinasi wisata, media, influencer, rumah sakit, akademisi, duta wisata, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kota Mojokerto. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi bukti komitmen bersama untuk membangun ekosistem pariwisata yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Sekda Tekankan Peningkatan Kompetensi SDM Pariwisata

Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, menegaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata.

“FGD ini dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan, motivasi, dan kompetensi sumber daya manusia pariwisata dalam rangka mengembangkan kepariwisataan di Kota Mojokerto,” ujarnya.

Menurut Gaguk, melalui forum diskusi ini para peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep pengembangan destinasi wisata, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan menggali keunikan yang dimiliki masing-masing destinasi.

“Tentunya dengan FGD ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan pengetahuan serta memahami bagaimana mengembangkan sebuah destinasi wisata, sekaligus mempertajam keunikan dan daya saing pariwisata Kota Mojokerto,” tambahnya.

Wali Kota Dorong Kreativitas SDM

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menekankan bahwa keterbatasan wilayah dan sumber daya alam bukanlah hambatan untuk berprestasi di sektor pariwisata. Menurutnya, keunggulan utama Kota Mojokerto justru terletak pada kualitas sumber daya manusianya.

“Dengan segala keterbatasan wilayah dan potensinya, kita layak untuk berbangga. Ternyata kita memiliki sumber daya manusia yang unggul, terbukti dari berbagai prestasi yang setiap tahun berhasil diraih,” ujar Ning Ita, sapaan akrab walikota.

Ia menambahkan, prestasi tersebut tidak hanya berasal dari bidang olahraga, tetapi juga inovasi, seni, dan budaya. Hal ini menjadi modal penting untuk mengembangkan pariwisata berbasis kreativitas.

“Kita harus berpikir kreatif bagaimana keterbatasan sumber daya alam ini bisa dijawab dengan potensi SDM yang luar biasa, sehingga mampu melahirkan gagasan dan ide yang dapat direalisasikan,” tegas Ning Ita.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga menyinggung keberadaan Taman Bahari Mojopahit (TBM) sebagai salah satu upaya konkret Pemerintah Kota Mojokerto dalam menggali potensi wisata sejarah dan budaya.

“Taman Bahari Majapahit ini adalah salah satu ikhtiar yang kita lakukan dalam rangka menggali potensi wisata sejarah budaya, karena Mojokerto Raya tidak bisa dilepaskan dari kebesaran sejarah Majapahit,” jelasnya.

TBM Berpeluang Masuk Travel Pattern Jawa Timur

Asisten Deputi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Dwi Marhen Yono, menyampaikan optimisme bahwa Taman Bahari Mojopahit memiliki peluang besar untuk masuk dalam travel pattern wisata Jawa Timur.

“Wisata Taman Bahari Majapahit bisa kita masukkan dalam travel pattern Jawa Timur, dengan catatan harus ada atraksi budaya setiap hari, misalnya sendratari Majapahit, seperti halnya tari kecak di Bali,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebuah destinasi wisata harus memiliki magnet yang konsisten agar mampu menarik kunjungan wisatawan. Dalam konteks Mojokerto, nama besar Majapahit dinilai sebagai aset strategis yang sangat kuat.

“Wisata budaya menjadi alasan nomor satu kunjungan wisatawan ke Indonesia. Berdasarkan hasil survei, langkah Wali Kota Mojokerto yang mengangkat sisi budaya sebagai magnet utama pariwisata sudah sangat tepat,” tambahnya.

Melalui FGD Kepariwisataan ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap terbangun sinergi yang solid antarpelaku pariwisata. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat positioning Kota Mojokerto sebagai destinasi wisata budaya unggulan berbasis sejarah Majapahit di Jawa Timur, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat. (Izhah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page