
Sampang, kabarterdepan.com – Dalam aksi protes di Lyco Kafe Sampang, massa FPI kemudian memasuki tahap mediasi. Mediasi ini difasilitasi langsung oleh Kapolsek Kota Sampang, AKP Mohni, Kamis (11/12/2025) malam.
Mediasi dilakukan sebagai upaya meredakan ketegangan dan mencari klarifikasi atas sejumlah konten serta video yang memicu reaksi kelompok tersebut.
Konten Lyco Kafe Menyinggung Ulama
Selain mempersoalkan video bergoyang yang viral, massa FPI juga menyoroti salah satu konten Lyco Cafe yang dianggap menyinggung ulama.
Dalam konten tersebut disampaikan pernyataan bahwa “air kalau diambil kyai harganya jadi lebih mahal,” yang dinilai mengarah pada pelecehan terhadap praktik religius. Massa menyebutkan bahwa air yang biasanya seharga Rp3.000 disebut menjadi “puluhan ribu” setelah disertai amalan kyai, sehingga dianggap melecehkan martabat tokoh agama.

Kapolsek Kota Sampang, AKP Mohni, dalam mediasi tersebut meminta agar massa tetap menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Mohni menegaskan bahwa aparat kepolisian hadir untuk memastikan dialog berjalan tertib dan mencegah potensi tindakan yang dapat mengganggu keamanan publik.
“Harapannya semua pihak tetap menahan diri. Kita selesaikan dengan kepala dingin, agar tidak menimbulkan kericuhan,” ujar AKP Mohni dalam pertemuan, Kamis (11/12/2025) malam.
Mediasi berlangsung dengan penjagaan ketat dari Polsek Kota dan Babinsa. Hingga proses mediasi selesai, kondisi dilaporkan tetap terkendali.
Pihak Lyco Kafe disebut telah menerima masukan dan keberatan yang disampaikan massa, meskipun belum ada pernyataan resmi terkait hasil akhir pertemuan tersebut.
Aparat kepolisian menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh konten yang beredar di media sosial hingga menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait. (Fais)
