
Surabaya, KabarTerdepan.com – Duduk di lobi Midtown Hotel Surabaya sambil menikmati kopi kini terasa berbeda. Di sini, tamu tak hanya disuguhi kopi enak, tapi juga diajak belajar alfabet bahasa isyarat A–Z langsung dari barista tuli.
Program inklusif ini lahir dari kerja sama Midtown dengan komunitas Tuli Bahasa Isyarat Indonesia dan Aksesibilitas (TIBA) sejak Agustus 2024.
Empat properti Midtown di Surabaya, Midtown Hotel Surabaya, Midtown Residence, Fairwood Hotel, dan Crown Plaza, kini memiliki total 8 barista tuli yang merupakan fresh graduate tanpa pengalaman kerja sebelumnya.
“Kami cari yang benar-benar fresh, belum dapat pekerjaan, lalu kami latih intensif selama satu bulan penuh,” ujar William Sihombing sebagai Marketing Communication and Public Relations Midtown Hotel Surabaya.
Pelatihan mencakup komunikasi dengan costumer, teknik brewing, grooming, cara menghadapi tamu, hingga upselling. Yang tak kalah penting, seluruh staf hotel juga dilatih bahasa isyarat dasar agar komunikasi berjalan lancar.
Konsep ‘Tutur Rasa’ Jadi Ciri Khas Program Inklusif

“Karena mereka tidak bisa ‘tutur’ secara verbal, maka mereka berkomunikasi lewat rasa kopi yang disajikan,” jelas William.
“Mereka lebih suka dipanggil ‘tuli’ daripada ‘tunarungu’ karena kata terakhir terkesan kasar,” ujar William.
Salah satu ikon program ini adalah Della, barista tuli yang tak hanya barista, tapi juga mengajari tamu alfabet bahasa isyarat sambil mempromosikan menu. Pengalaman ngopi pun jadi lebih dari sekadar minum, ada edukasi dan rasa bangga ikut mendukung inklusivitas.
“Banyak hotel jual kopi yang sama. Kami pilih jalan berbeda dengan cerita humanis,” tambah William.
Citra positif langsung terasa. Tamu merasa spesial, komunitas disabilitas melihat Midtown sebagai pionir. Program ini juga terbuka untuk disabilitas lain, sudah pernah ada barista dengan respons lambat, dan kolaborasi “Tutur Mata” bersama komunitas tuna netra yang dihadiri 50 mahasiswa di Midtown Residence.
Baru-baru ini, Della tampil di seminar Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) Surabaya, lantai 3 Gedung Fakultas Hukum, Jl. Dr. Ir. H. Soekarono No. 201, Sukolilo pada 10 Desember 2025.
Di tengah acara, ia diundang mengajarkan alfabet A–Z bahasa isyarat dan memperkenalkan program barista tuli Midtown secara langsung.
“Ke depan kami pasti akan hire teman-teman disabilitas lain, termasuk tuna netra dan Down syndrome,” ujar William.
Bagi Della dan rekan-rekannya, secangkir kopi kini bukan sekadar minuman, tapi jembatan menuju dunia yang lebih inklusif.
Mau coba? Datang saja ke Midtown Surabaya. Siapa tahu, latte hari ini jadi pelajaran bahasa isyarat seumur hidup. (Rio)
